Jumat, 24 Oktober 2014
Sabtu, 21 Desember 2013
Semangat Canda
Jumat, 11 Oktober 2013
Baik
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
15.12
1 komentar
Insinyur
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
15.01
1 komentar
Kategori : Nasihat, Orasi Tertulis, Tausiyah
Rabu, 18 September 2013
Tidak Cukup Satu Jam
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
05.13
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life, Selingan
Muhaimin, Mutiara di Atas Gunung
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
04.41
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar
Sabtu, 01 Juni 2013
Berdiam?
Jika berbicara tentang gerakan Indonesia Mengajar (IM), tentu merupakan salah satu gerakan yang "berbuat sesuatu" diantara gerakan-gerakan lain dari kelompok-kelompok lain. Saya gembira dan tidak terlalu peduli masalah ketulusan individu ataupun kelompok yang menjalani hal ini, setidaknya setiap kelompok yang bergerak di bidang wirausaha sosial ini sudah bergerak. Saya pribadi pun mengenal keluarga besar IM sebagai sekelompok orang yang melakukan tugas sosial super manusiawi dengan sangat profesional selayaknya korporasi besar yang sedang mengejar untung besar. IM tidak berniat menyelesaikan semua masalah pendidikan, tetapi IM mencoba mengambil tantangan yang tersulit untuk diselesaikan. Kerja sendiri? tidak, prinsip kerjanya adalah menggerakan aktor lokal di daerah sasaran. IM menjadi salah satu indikator bahwa negara ini masih punya harapan. Gerakan ini pun melahirkan gerakan-gerakan komplemen atau duplikat lainnya semisal Indonesia Menyala, SM3T, Anak Sabang Merauke, Pencerah Nusantara, dan gerakan sosial lain yang belum saya tahu tentunya.
Berbicara tentang harapan, tentu saja harapannya sangat besar. Saya mengenal hal-hal super lainnya semisal wirausaha jilbab yang memberdayakan para mantan penderita kusta sebagai salah satu contoh wirausaha sosial, ada berbagai lembaga amil zakat (semisal rumah zakat) yang bergerak menghimpun dan menyalurkan dana umat, berbagai lembaga yang bergerak di bidang peningkatan kualitas SDM dan pendidikan karakter, keberadaan partai dakwah di tengah-tengah kehidupan politik yang belum dewasa, dan berbagai fenomena yang menyebarkan atmosfir perubahan positif. Tentu ini sangat menggembirakan, rugi rasanya jika hidup hanya untuk sendiri dan melewatkan kesempatan berbahagia karena telah membuat orang lain menjadi bahagia. Masih mau berdiam?
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
09.48
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, Introspeksi, My Life, Renungan
Rabu, 01 Mei 2013
Makan - Makan Akhir Semester
| Ical yang sedang berteriak Yel ala Fir'aun :D |
| Akhirnya basah kuyup. |
| Pak Amrin (wali kelas 5) dan murid-murid |
| Pak Amrin (wali kelas 5), Pak Juki (wali kelas 6) dan murid-murid bersorak sorai |
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
21.13
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Minggu, 21 April 2013
Bukan Cerdas Cermat
![]() |
| Suasana Pertandingan Cerdas Cermat |
Kami para guru SDN 27 Tatibajo dan guru SDN 10 Salutambung diminta oleh panitia membuat soal untuk pertandingan cerdas cermat. Sayang pada akhirnya soal dari SD kami (SDN 27 Tatibajo) banyak yang tidak diambil karena ternyata banyak guru yang tidak mencantumkan kunci jawaban. Semula saya bingung, kenapa soal dari SDN 10 Salutambung diberikan panitia kepada kami (SDN 27 Tatibajo). Ternyata soal tersebut ditukarkan ke kedua SD. Kepala sekolah saya pun meminta saya untuk melatih tim cerdas cermat yang akan bertanding dengan bermodal soal tersebut.
Saya pun melatih mereka. Salah satu cara saya melatih mereka pada pelajaran Matematika, saya membuat soal yang mirip dengan yang ada di soal edaran dan memberikan soal tersebut dengan sajian cerdas cermat juga. Sebenarnya dengan cara ini pun saya merasa jadi orang yang curang, karena sudah tahu model soalnya seperti apa. Akhirnya karena lelah, pada pelajaran lain, soal saya sajikan dengan cerdas cermat pula tanpa perubahan apapun. Pada saat itu saya merasa telah menjadi orang yang curang karena sudah tahu soal yang akan dilombakan dan malah saya menyimulasikannya duluan di depan murid saya. Saya merasa sudah mengkhianati komitmen saya sendiri dalam hal melaksanakan apa pun dalam hidup saya dengan nilai kejujuran.
Sebelum pertandingan berlangsung, ada isu bahwa guru di SDN 10 meminta soal dan jawabannya dihafalkan oleh para siswa yang akan berlomba. Saya tidak mengindahkan isu ini, saya pikir kalaupun menang dengan cara seperti itu tidak seperti lomba cerdas cermat, tetapi menang lomba menghafal. Kalau memang tujuannya menguji kecerdasan siswa, bukankah cara ini tidak tepat? Ya saya pikir saya juga berada di jalan yang tidak lurus juga, karena sudah tahu soal yang akan keluar juga. Hanya saja saya tidak serta merta meminta siswa saya yang akan berlomba untuk menghafalnya, melainkan melatih mereka menjawab soal tersebut dengan sajian ala cerdas cermat juga.
Waktu pun berlalu, salah satu siswa yang menjenguk Pak Juki adalah peserta lomba Cerdas Cermat. Namanya Aidin, saya meminta Aidin untuk tidak lagi masuk ke dusun dan mencari pinjaman seragam saja di pinggir. Salah satu siswa peserta lain memang tinggal di pinggir, namanya Nurjayanti. Saya langsung meminta salah rombongan kunjungan jenguk untuk mengirim utusan mengabari Nurjayanti tentang hal ini. Akhirnya sisa peserta yang masih ada di dusun akan saya dan Pak Amrin (salah seorang guru di sekolah) jemput esok pagi hari.
Dipagi hari aku pun langsung mencari pinjaman seragam untuk Aidin. Aku mencari pinjaman dari sanak keluarganya Bu Juki yang mungkin punya baju seragam yang sedang tidak dipakai dan juga mencarinya di rumah kepala sekolah. Ibu istri kepala sekolah pun turut mencarikan pinjaman seragam dari rumah sanak keluarganya. Kebetulan untuk seragam putih sudah didapat dari salah satu anak Pak Juki. Bu Kepala Sekolah sedang mencarikan pinjaman celana seragam merah. Dua celana pun terkumpul di rumah kepala sekolah, namun ternyata celana yang mau dipinjamkan terlalu kecil untuk Aidin. Begitu pula milik anak Pak Juki, celananya kekecilan. Sampai akhirnya Bu Juki menemukan celana milik keponakannya yang cocok untuk Aidin.
Semua peserta pun telah terkumpul di rumah Pak Juki dan kami siap berangkat ke lokasi perlombanan SDN 10 Salutambung. Sesampai di sana panitia telah menunggu. Anak-anak pun memasuki kelas tempat perlombaan. Lomba belum dimulai karena belum semua tokoh yang ditunggu datang di lokasi. Akhirnya pun saya memutuskan untuk pergi sejenak ke Masjid terdekat untuk sholat dhuha. Selesai sholat dhuha saya kembali ke tempat perlombaan dan ternyata malah saya yang ditunggu panitia sehingga lomba belum dimulai. Hehe saya jadi merasa tidak enak.
Setelah itu seorang pembawa acara (MC) pun membacakan tata tertib cerdas cermat dan pengundian amplop soal pun dimulai. SDN 27 Tatibajo terdiri dari dua tim, anggota tim yang pertama antara lain Arif siswa kelas V, Aidin siswa kelas VI, dan Nurjayanti siswa kelas IV. Anggota tim yang kedua antara lain, Perni kelas IV, Ical kelas VI, dan Sugiono kelas V. Cerdas cermat terdiri dari dua babak, babak yang pertama adalah babak pertanyaan bergilir, sedangkan yang kedua adalah babak pertanyaan rebutan. “Babak pertanyaan bergilir akan dimulai, amplop nomor satu akan saya dibuka buka. Amplop masih dalam keadaan tersegel” ucap MC kepada seluruh peserta dan penonton sambil menunjukan keadaan amplop yang masih utuh. Seputar soal yang dibuat kedua belak sekolah, sudah jauh hari panitia menyampaikan kepada kepala sekolah bahwa soal dari SDN 27 Tatibajo tidak digunakan oleh panitia karena banyak guru yang tidak mencantumkan kunci jawaban.
Lalu bergulirlah pertanyaan tiap pertanyaan kepada tim A dari SDN 10 Salutambung. Saya pun terkaget karena ternyata soal yang dibacakan sama persis dengan soal yang diberikan ke setiap sekolah. Saya pun berbisik pada MC bertanya “Apakah dari panitia tidak membuatkan soal untuk lomba ini?”, lalu panitia menggelengkan kepala. Hal yang lebih membuat saya kaget adalah jawaban dari tim A hampir tidak ada yang salah. Lalu amplop berikutnya pun dibuka dan dibacakan untuk tim B dari SDN 27 Tatibajo. Sebenarnya sewaktu saya melatih murid-murid saya memang sudah ada beberapa nomor soal yang bisa dijawab oleh mereka. Biasanya seputar agama Islam seperti nama malaikat yang bertugas membagikan rejeki ataupun nama kitab-kitab Allah. Pada lomba pun yang bisa mereka jawab adalah soal-soal tersebut, sedangkan soal-soal yang lain sepertinya mereka lupa jawabannya apa.
Ada beberapa jawaban lucu yang terceletuk dari murid saya. Salah satunya jawaban Ical. Ketika ditanya “Apakah kepanjangan dari lembaga yang bernama KPK?”, murid saya terdiam sejenak, berpikir menerawang lalu menjawab “Kelipatan Persekutuan Terkecil!”. Dalam hati saya tertawa, sekaligus sedih, tertawa karena jawaban murid saya dan sedih karena dalam sudut pandang saya pertanyaan seperti ini belum saatnya anak-anak seusia mereka mengerti. Hal-hal seperti KPK bagi saya terlalu rumit untuk dijelaskan kepada anak-anak seusia mereka. Pertanyaan pun dilempar kepada tim C dan mereka bisa menjawabnya, saya pun tidak tahu apakah tim C hanya hafal kepanjangannya atau juga paham apa itu KPK.
Jawaban menyelekit lainnya adalah ketika Aidin murid SDN 27 Tatibajo di tim D menjawab pertanyaan “Apakah sebutan untuk tempat menjaga pada sistem keamanan keliling?”, dia menjawab “Pos Ronda”. Sebenarnya yang diharapkan panitia adalah jawaban “Pos Kamling”, tetapi menurut saya jawaban dia memiliki arti yang sama. Panitia pun membenarkan. Kenapa ini menjadi pertanyaan menyelekit bagi saya adalah karena kabupaten Majene adalah kabupaten paling aman yang pernah saya tinggali, wajar jika di sini jarang ada Pos Kamling, sehingga benda tersebut menjadi suatu hal yang abstrak bagi murid-murid di sini. Beruntung Aidin pernah tinggal di Sangata, Kalimantan, mungkin dia tahu dari tempat tinggal ia di sana.
Pada giliran selanjutnya peserta tim D dari SDN 10 bisa menjawab semua pertanyaan, bahkan ketika baru dua kata dari kalimat tanya dibacakan MC, mereka sudah bisa jawab. Saya tahu mereka pasti menghafal, karena jika tidak, mana mungkin pertanyaan-pertanyaan sulit bisa dijawab sebegitu mudahnya. Kami memang kalah telak, beda skor mencapai lebih dari 1500 dengan satu pertanyaan bernilai 100, tetapi saya pribadi bersyukur karena akhirnya saya tidak perlu menang pada kompetisi menghafal jawaban seperti ini. MC memang berkata setiap kali membuka amplop soal bahwa amplop tersegel, tetapi sepertinya kawan-kawan panitia lupa bahwa cerdas cermat itu untuk menguji wawasan siswa, bukan untuk menguji kemampuan siswa menghafal jawaban. Jangan sampai nilai-nilai negatif mencederai pendidikan anak-anak bangsa. Selalu hati-hati terhadap apa yang kita ajarkan kepada generasi masa depan Indonesia.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
10.41
1 komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Rabu, 13 Maret 2013
Guru dari Gunung
| Sartika, Harianto, Aidin, Risma (Murid-murid kelas VI) sedang berpose di depan air terjun yang ada ketika baru selesai hujan di perjalanan ke Jalan Poros |
![]() |
| Saya dan murid-murid kelas VI di perjalanan menuju Jalan Poros. |
| Berfoto di ruang tamu rumah Pak Juki. (Pak Juki sedang duduk di kursi memangku anaknya yang bernama Aco) |
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
05.01
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Selasa, 05 Februari 2013
Pergantian Pejuang
![]() |
| Iringan warga dusun yang mengantar Mas Arif ke pinggir. |
Cerita ini juga bisa dibaca di Website Indonesia Mengajar
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
08.45
2
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Kamis, 03 Januari 2013
Malam Pertama
Cerita juga bisa dibaca di: Blog Pengajar Muda
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
10.07
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Sabtu, 03 November 2012
Balada Kepergian Para Perantau
| Saudara sepenempatan (PM Tim Majene): Ibu Ria, Sarjana Farmasi ITB dan Ibu Tika, penyiar terkenal di Jogja |
| Saudara sepenempatan (PM Tim Majene): Pak Nurul, penulis asal Jogja, Bu Tala Psikolog dari Undip, Pak Vino anak IT dari Malaysia , Pak Didin tukang touring dari UNS, Bu Lukvi Pecinta Alam dari UGM |
Sabtu, 3 November 2012
Pengajar Muda V
Penempatan Dusun Tatibajo
Muhamad Fajar
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
08.21
0
komentar
Kategori : Indonesia Mengajar, My Life
Minggu, 23 September 2012
Kata Pengajar Muda
Kira-kira inilah sederetan kata yang bisa menggambarkan keadaan dua minggu terakhir. Benar-benar hidup yang sangat berbeda dengan kehidupan saya beberapa hari yang lalu.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
11.36
8
komentar
Minggu, 26 Agustus 2012
Kehidupan Lab
Wahyu Tri Anggoro
Saudara seperjuangan saya dari sebelum mulai kuliah sampai wisuda. Kawan satu SMA yang termasuk memiliki nilai-nilai kuliah yang stabil dan unggul pada aspek-aspek yang tidak diduga-duga pada saat kuliah. Penerima beasiswa beberapa kali selama kuliah. Orang yang paling kalem menghadapi berbagai macam hal baik maupun buruk. Termasuk dalam genk "masjid - lab 1109".
Aji Roland
Aji punya profesi sampingan sebagai translator beberapa episode salah satu serial pahlawan bertopeng Jepang (Kamen Rider). Beliau paling fasih berbahasa Jepang diantara orang-orang yang bisa bahasa Jepang di lab 1231. Selalu punya solusi dan gagasan inovatif ketika menemukan masalah dalam proses penelitian di lab. Teman diskusi yang asyik. Anak seorang almarhum dokter RSCM, tak heran kepintaran ayahnya bersemayam pula dalam kromosom Aji.
Ruliyantyo SR.
Orang Jambi yang sulit dideskripsikan. Paling taat dan tidak banyak meminta dalam menjalankan tugas. Punya banyak koleksi download-an yang akan terus bertambah. Sepertinya pemecah rekor anggota lab yang paling ringan berat badannya karena faktor genetik. Sebagai sesama pemilik ilmu meringankan tubuh semoga saya dan Ruli sama-sama bisa menaikan berat badan secara stabil dan seimbang (tidak hanya di perut).
M. Iqbal Tawakal
Iqbal adalah asisten peneliti yang paling tinggi score IELTS dan TOEFL nya di lab dan juga dibekali dengan kemampuan berbahasa Jepang yang cukup. Selalu fokus dalam memecahkan satu masalah. Code hasil karya Iqbal termasuk rapih dan tak diragukan kebenarannya. Rumahnya yang jauh berada di Bekasi tidak membuat Iqbal malas-malasan dalam hal bekerja di lab. Iqbal adalah orang yang paling easy going. Iqbal termasuk pula dalam anggota genk "masjid - lab 1109". Mendalam ketika mengkaji sesuatu, sederhana, dan bersahaja adalah ciri khas yang tidak bisa hilang dari diri Iqbal. Iqbal termasuk dalam anggota Power Ranger 1231 (sebutan saya untuk lima asisten riset yang bertahan hidup di lab > 6 bulan paska kelulusan di kampus).
Fauzi
Uda yang satu ini paling kuat dan cepat dalam memahami berbagai paper di bidang ilmu komputer. Paling kuat begadang. Tidak berhenti bekerja sebelum pekerjaan selesai. Dalam kalimat sederhana, Fauzi itu talk less do more.
Sony Wirawan
Rekan yang satu ini adalah komikus bersahaja dan sederhana. Saya jarang berkoordinasi dengan beliau, mungkin karena orangnya agak introvert. Sony menurut saya adalah salah satu pribadi soleh di Fasilkom. Dalam sudut pandang saya, saudara saya yang satu ini benar-benar mengutamakan passion dalam bekerja. Topik yang diambilnya ketika TA adalah simulasi robot pemain sepak bola, topik yang terbilang sulit. Namun tetap diambil karena sesuai dengan passion-nya, yakni menikmati pertandingan sepak bola. Sony bisa ditemukan di kaskus sebagai salah satu pemilik lapak dagangan di FJB.
Enrico Budianto
Klo saudara seiman yang satu ini testimoninya sudah saya tulis di sini. Setahu saya cita-citanya saat ini adalah menjadi profesor di Standford. Sekarang lagi menjalankan studi S3 nya di NUS, gak pake S2 langsung S3 gan. Mantaplah pokoknya.
Big Zaman
Tak ada kata yang bisa menggambarkan dengan baik kebaikan seorang Big Zaman. Big ini pribadi yang paling bertanggung jawab, mungkin karena memang Big punya banyak amanah makanya sifat ini yang paling terlihat dari beliau. Hidup dalam kesederhanaan justru menempa Big lebih matang ketimbang penghuni lab yang lainnya. Mantan manajer PPSDMS ini selalu punya nasihat yang pas di hati jika diminta. Anggota dari Power Ranger 1231 yang satu ini juga sparing partner yang tepat dalam hal perbaikan diri dan dalam hal memenuhi targetan-targetan ibadah. Mapres kedua Fasilkom tahun 2010 ini sangat santun dalam bertutur dan bertindak. Ah! rasanya aneh jika ada pribadi yang tidak suka dengan seorang Big Zaman. Kekurangan Big cuma satu, kurang pendamping hidup :D
Faris Al Afif
Muda, detail, dan visioner. Mungkin ini tiga kata yang menggambarkan Faris saat ini. Almamater SMAN 1 Bogor yang satu ini selalu memperhatikan hal detail dalam bekerja. Tak heran detail dan cerdasnya beliau dalam menyampaikan informasi, data, dan argumentasi mengantarkannya menjadi Mapres Fasilkom tahun 2011. Tidak seperti kami yang baru-baru, Faris aktif di lab 1231 sudah sejak lama. Ketua Tim Robotik UI periode 2011 ini sedang menunggu pengumuman beasiswa, tetapi juga sudah diterima kerja di sebuah perusahaan yang oke punya. Kita doakan saja yang terbaik buatnya.
M. Sakti Alvissalim
"The Lab Savior" inilah gelar yang saya berikan kepada seorang saudara seiman yang satu ini. Mantan ketua Rohis SMAN 2 Ngawi ini mendadak gaul terutama dalam hal penampilan semenjak kepulangannya dari pertukaran pelajar Nagoya University, Jepang, tetapi hal ini tidak mengurangi keistiqomahannya dalam taat kepada Ilahi. Alvis sebagai anggota lab juga termasuk dalam jajaran sesepuh di lab 1231. Telah berada di lab semenjak tahun kedua kuliah, sejak lab masih berada di ruang 3310. Alvis sebagai Power Ranger 1231 paling banyak melakukan aksi penyelamatan di bidang penelitian. Penyelamatan yang saya maksud adalah pencarian solusi dan pemecahan masalah terhadap berbagai tantangan penelitian yang ada di lab. Detail, well-planned, pantang menyerah, workholic, optimis dan bertanggung jawab adalah sifat-sifat yang selalu terlihat dari dalam diri Alvis dalam mengerjakan berbagai hal di lab. Problem Alvis kurang lebih sama seperti Big. Spesifikasinya dalam menjadi jodoh termasuk tinggi menurut saya. Mungkin ini salah satu sebab agar kita mendoakan Alvis dimudahkan dalam mencari pendamping hidup. Terutama untuk mendampingi selama melanjutkan studi S2 di Tokyo Institute of Technology.
Sekian testimoni dari saya. Mungkin ada yang testimoninya pendek, karena memang saya belum tahu banyak tentang beliau-beliau walau sudah lebih dari sekali kami menginap bersama di lab karena tuntutan kerjaan ataupun untuk menyelesaikan skripsi/tugas akhir. Akhir kata mohon maaf jika ada kata yang tak berkenan. Tiada sempurna pribadi ini apalagi tulisannya. Semoga Allah mempertemukan kita kembali kelak dengan keadaan yang lebih baik dan kerja sama yang lebih bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya orang di Bumi ini.
Mantan kawan seperjuangan di Lab 1231.
Muhamad Fajar.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
22.32
3
komentar
Saya?!
- Muhamad Fajar
- Dipanggil Fajar. Sampai saat ini masih yakin terlahir untuk menjadi pemenang, walaupun saat ini saya masih amat jauh dari pribadi dan pengetahuan seorang pemenang. Saya harus terus belajar hingga benar - benar menjadi pemenang di dunia dan di akhirat bersama pemenang-pemenang lainnya. Alhamdulillah saat ini saya telah lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Cita - cita : Menjadi seorang pemilik perusahaan IT Indonesia yang disegani di seluruh dunia, dan menjadi orang super kaya sehingga mampu membantu sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia! Hal ini tak akan bisa terwujud tanpa doa, dukungan dan kerja keras. Untuk itu mohon doanya juga dari para pembaca :D






