Sabtu, 21 Desember 2013
Semangat Canda
Kamis, 21 April 2011
Syuhada
Dengan ilmu yang sedikit ini,
Dengan iman yang tipis ini,
Dengan energi yang tak banyak ini,
Semoga menjadi alasan untuk menjadikan diri ini lebih baik lagi,
Semoga diri ini pun menjadi bagian yang membuat negeri ini lebih baik lagi.
Semoga kita tetap diberikan hidayah untuk menegakan kebenaran dan menjadi syuhada suatu hari nanti.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
21.13
0
komentar
Kategori : Opini
Kamis, 10 Februari 2011
Media

Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
21.51
0
komentar
Sabtu, 13 Februari 2010
Luar Biasa!
sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/r-z/689132438/sizes/l/Sholat sunnah (Dhuha, rawatib) setiap hari, berdoa dengan dikeraskan (di-zhohirkan) setiap kesempatan (mulai dari lomba, akan tampil di depan publik, ujian, belajar dll.), berorientasi pada mencari ridho Sang Maha Pencipta semata, selalu berempati pada lingkungan, berpikir solutif, bertindak kontributif dan selalu mengajak banyak orang menuju jalan kebaikan tanpa memilih-milih seseorang itu 'terlihat' pantas atau tidak untuk diajak. Saya pun terbingung-bingung dengan diri saya sendiri dikaitkan dengan fenomena tersebut. Pada akhirnya saya sadar bahwa saat itu iman saya setipis rambut atau bahkan lebih tipis lagi, karena ternyata saya belum berhasil benar-benar menghadirkan keimanan dalam setiap aspek kehidupan saya. Belum merasa diri diawasi oleh Sang Pencipta, belum merasa diri saya ini suatu saat akan mati dan diminta pertanggungjawabannya kelak, hal ini tercermin dari perilaku saya dan wawasan tentang agama saya sendiri yang hanya membatasi wawasan tersebut dalam tataran pemahaman tanpa implementasi.
Saya pun mulai membenahi diri dan tiga tahun berlalu. Alhamdulillah saya berhasil masuk ke PTN favorit serta menuntut ilmu di jurusan yang memang cukup saya minati. Orang-orang seperti yang saya ceritakan di atas semakin kecil rasionya jika dibandingkan dengan para pemuda cinta dunia dan menuhankan harta (gaya/fashion, penilaian orang), tahta (IPK, barang-barang bergengsi), wanita (pacaran). Orang-orang yang seimbang dalam kehidupannya yang saya temukan di kampus agak berbeda namun perbedaan inilah yang menarik, semakin sedikit tetapi semakin berkualitas. Taraf kualiatasnya memang level kampus kampus favorit. Walau terkadang sedikit (satu atau dua) dari orang-orang sepert ini ada tindakannya mengecewakan saya. Tetapi wajar, mengutip kata seorang sahabat "Kita manusia bukanlah malaikat", sehingga wajar jika salah. Namun yang terpenting adalah apakah kita mau mengakui dan menyadari kesalahan tersebut serta memperbaikinya atau tidak.
Wallahu'alam.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
22.22
1 komentar
Jumat, 29 Januari 2010
Posting
sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/sundazed/2194264406/sizes/o/Blog adalah cermin dari pemiliknya. Tulisan/ gambar/ video/ musik dan semua hal di dalamnya menggambarkan sang pemilik blog. Cara mengemas blog juga merupakan gambaran seberapa jauh niat pemilik untuk menyelaraskan gayanya dengan gaya blognya. Banyak hal yang bisa menjadi gambaran, tetapi yang terpenting dan yang paling menggambarkan adalah tulisan dari setiap postingan yang ada di blog tersebut.
Postingan memang terkadang begitu sulit untuk diciptakan. Kita terkadang takut postingan kita tidak manfaat, takut bahasa menyakiti hati orang lain, takut munafik, takut di tuntut dengan UU ITE (yang ini kasusnya jarang), takut ini, takut itu. Satu hal yang saya ingat, kata seorang sahabat saya, "Bukankah setiap hal yang kita lakukan itu beresiko? hanya saja resikonya memang berbeda-beda".
Biasanya masalah timbul karena kita tidak memahami konsep dalam bertindak. "Memutuskan, memilih, bertanggung jawab" kata Dr. Ibrahim Elfiky, contoh gampangnya kitalah yang memutuskan kita mau jadi Mapres (Mahasiswa Berprestasi) atau Matres (Mahasiswa Stress). Lalu kitalah yang memilih mewujudkannya dengan cara apa, dan kita pula yang bertanggung jawab atas usaha kita, baik hasilnya positif maupun negatif. Ketika kita mendapat hasil positif maka bersyukurlah dan jangan pernah sombong. Ketika hasilnya negatif tak ada alasan untuk menyalahkan orang lain ataupun diri sendiri, karena kegagalan juga bagian dari tanggung jawab, dan dari kegagalan lebih banyak hal yang kita pelajari dibandingkan kita berhasil.
Posting, yang ngepost saja. Niatkan dengan yang baik, kerjakan dengan baik, selesaikan dan bersiaplah akan tanggung jawab yang harus diemban dari setiap postingan. Insya Allah klo niatnya baik, efeknya akan baik juga. Menulislah! akan ada banyak hal yang bisa dipelajari. Oh ya satu hal! Banyaklah membaca, karena tidak akan ada yang bisa kita tulis jika kita jarang baca (sedang menyindir diri sendiri, supaya lebih banyak membaca). Akhirnya selesai juga postingan ini.
Just post it!
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
21.08
8
komentar
Kategori : Opini
Rabu, 13 Januari 2010
Generasi Pelangi
"Berbagai spektrum warna pelangi terpadu dalam satu pita"
"Pelangi tidak ada ujungnya"
"Pelangi pada dasarnya ialah uap air yang berkolaborasi dengan udara."
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
23.10
7
komentar
Jumat, 20 November 2009
Inspirator
ketika orang lain tertidur, itulah sulitnya.
Mereka adalah orang-orang yang berbagi
ketika orang lain merampas, itulah peliknya.
Mereka adalah orang-orang yang menciptakan
ketika orang lain menikmati, itulah rumitnya.
Mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab
ketika orang lain mengadu, itulah repotnya.
Makanya tidak banyak orang yang bersama mereka di sana,
mendirikan imperium kebenaran,
menjadi teladan bagi seluruh alam.
Kamis, 09 Juli 2009
Tenggelam atau Menyelam?
Salim A. Fillah dalam bukunya "Jalan Cinta Para Pejuang" menganalogikan hidup ini seperti orang yang berada di lautan. Tulisan saya di postingan ini mencoba me-reka ulang analogi tersebut, tapi tidak persis seperti yang ada di buku beliau, sedikit dirubah, dikurangi, ditambahkan, dibumbui sesuai kebutuhan, silahkan disimak.
Sesaat kemudian, perhatian penyelam mau tak mau tertuju pada keindahan pesona fauna di lautan. Ikan-ikan dengan warna-warni yang indah berkeliaran ke sana ke mari. Ikan-ikan tersebut berenang layaknya lukisan hidup di atas kanvas biru. Setelah beberapa menit terpukau dengan pesona lautan di kedalaman 10 meter, sang penyelam pun kembali turun lebih dalam menuju ke kedalaman 20 meter.
Sang penyelam lagi-lagi terkejut, karena di kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut ia kembali bertemu dengan penyelam kaos oblong. "Subhanallah, ternyata orang itu sudah sampai di sini" serunya dalam hati. Lagi-lagi perhatian sang penyelam teralihkan ke suasana lautan yang semakin indah, ikan-ikan kecil bergerombol untuk berenang, membentuk formasi tanpa bertabrakan. Juga ubur-ubur yang berenang seperti balon ulang tahun yang ditempeli dengan tali kembang kempis terbang menjauhi sang Penyelam.
Perjalanan pun dilanjutkan, sang penyelam menyelam lebih dalam lagi, kali ini kedalaman 30 meter. Suasana lautan gelap dan mulai terlihat ikan-ikan yang menyala-nyala, juga ditemukan banyak tumbuhan lautan, coral, dan tanaman-tanaman lautan lainnya yang pesonanya tak kalah indah dengan ikan-ikan disekitarnya. Sang penyelam pun kaget, ternyata penyelam kaos oblong telah sampai ke kedalaman 30 meter juga!
Lalu ia pun menyatakan kekagumannya dengan memberikan kode jempol dua. Namun ternyata penyelam kaos oblong itu membalasnya dengan kode SOS. Ia tenggelam!
Hikmah luar biasa ternyata terkandung dalam kisah di atas. Salah satunya, "Sudahkah kita mempersiapkan peralatan terbaik dalam mengarungi dunia ini?". Keimanan, Akhlak yang Baik, Ibadah yang Benar, adalah salah tiga dari banyak hal yang harus kita persiapkan untuk menjadi peralatan atau bekal kita mengarungi dunia. Melanggar perintah agama jauh lebih mudah ketimbang menjalankannya, godaan dunia pun tak kunjung usai menerpa, harta, tahta, wanita.
Seperti KPK yang ribut sendiri sama ketua non-aktifnya yang juga melibatkan aparat kepolisian. Mereka seharusnya saling bahu membahu memberantas para penyelam kaos oblong. Para penyelam kaos oblong yang seringkali dikira orang penyelam profesional. Rumah mentereng, mobil seharga milyaran dan banyak hal lainnya yang mereka miliki saat ini membuat mereka seolah-olah menjadi para penyelam sukses.
Padahal para penyelam kaos oblong sedang tenggelam di dunia, terpesona oleh "ikan" harta dan "ubur-ubur" kekuasaan. Akibatnya mereka mencari cara apapun untuk mendapatkan semua hal itu, hal ini disebabkan sebelumnya mereka tidak mempersiapkan "perkakas" iman dengan kualitas jempolan untuk digunakan seraya menyelam. Meraka malah hanya bermodal kaos oblong dan celana pendek untuk mengarungi "lautan" dunia yang luas dan dalam ini.
Kita saat ini bukan tidak mungkin sedang tenggelam di dunia dan mengira diri kita seorang yang sedang menyelam dengan handal dan penuh persiapan. Tak ada salahnya kembali mempersiapkan diri sebelum kembali menyelam, selagi libur (untuk yang kuliah di UI) serta selagi "toko baju selam" Ramadhan akan kembali membekali kita menjadi insan yang lebih siap menghadapi pesona indahnya "lautan" dunia.
Tertarik membaca bukunya? silahkan hubungi toko buku terdekat atau teman terdekat yang rajin baca buku dan suka meminjamkan buku. Masih banyak nasihat atau tausiyah lain di buku bertajuk "Jalan Cinta Para Pejuang" ini yang menunggu untuk dibaca dan diambil hikmahnya. Semoga bermanfaat.
nb: Untuk mas Salim klo sempat membaca postingan ini, mohon ijin untuk me-reka ulang cerita di atas :D
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
21.05
1 komentar
Kategori : Introspeksi, Nasihat, Opini, Resensi, Tausiyah
Rabu, 10 Juni 2009
Iqra!
"Iqra" sendiri adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab, bahasa yang telah berumur kurang lebih 8000 tahun. Bahasa ini adalah salah satu cabang dari bahasa Semit. Bahasa Samit sendiri adalah bahasa yang "terbudidayakan" oleh keturunan nabi Nuh AS yaitu anaknya yang bernama SAM. Begitu banyak bahasa yang berasal dari rumpun bahasa semit, tapi yang bertahan hanya sedikit, antara lain, Aramia, Arab dan Ibrani. Mungkin jika bahasa Arab tidak menjadi bahasa yang digunakan di Al-Quran, bahasa Arab juga tidak lolos dari kepunahan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak umat Islam yang belum menguasai bahasa Arab, padahal pedoman lifestyle-nya Al-Quran, diantarkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW dengan bahasa Arab. Di sisi lain, fenomena yang unik terjadi di suatu negara adidaya. Di Amerika Serikat tercatat begitu banyak orang yang ingin belajar bahasa Arab, alasannya sederhana, bahasa Arab itu dikenal sulit dan orang Amerika tertantang untuk mempelajarinya.
Pada 1973 PBB meresmikan bahasa arab sebagai bahasa internasional, jadi salah klo kita mengira bahasa Arab itu bahasa gak keren. Kerjasama Indonesia dengan negara - negara Arab juga semakin membaik, terbukti dengan pembelian saham Indosat oleh Qatar. Besar kemungkinan bahasa Arab akan menjadi salah satu modal kita untuk "berjuang" di era globalisasi yang sudah semakin mendekat.
Saat ini di Indonesia sendiri terdapat 70.000 pondok pesantren yang semuanya mengajarkan bahasa Arab, semua UIN/STAIN se-Indonesia mengajarkan bahasa Arab. lebih dari 100 Universitas Muhammadiyah mengajarkan bahasa Arab. Sejumlah universitas dibawah DIKNAS (termasuk UI) juga membuka jurusan Bahasa Arab atau Satra Arab.
Bahkan umat muslim pun telah diseru oleh Sang Khalik,
Dan Rasulullah SAW pun bersabda,
Ingin belajar bahasa Arab tapi gak punya modal besar untuk hal ini. Hubungi saya di fajar_today_89@yahoo.com dan kirimkan form pendaftaran yang sudah diisi yang bisa diunduh di sini. Baru berjalan satu pertemuan dengan tema "Introduction", sedikit materi intro-nya terlah saya tulis di artikel ini (beberapa hal di atas diambil dari materi pertemuan pertama). Klik posternya jika masih penasaran. Di tunggu Ba'da Maghrib jamaah pertama, setiap hari Rabu, di masjid Al-Muhajirin Depok, pertemuan selesai pada sekitar jam 20.45 WIB. Di bawah bimbingan Ust. DR. Basuni Imaddudin (dosen pasca sarjana Universitas Indonesia) mari kita belajar bahasa Arab bersama!

Rabu, 03 Juni 2009
Peluang
Peluang, hal yang sering kali ada di sekitar kita, tetapi sering kali tak kita sadarai. Namun terkadang sebaliknya, peluang itu kita cari - cari, tetapi serasa sulit untuk menemukannya. Berikut petikan cerita tentang dua orang warga Indonesia, yang satu Indonesia tulen, yang satu lagi keturunan Cina. Sama sekali tak ada maksud untuk bersikap rasis, bahkan saya kagum dengan saudara - saudara setanah air saya yang berdarah keluarga cina, mungkin cerita berikut ini bisa membantu pembaca mengerti kekaguman saya.
"Orang gila kali mau nuker BMW sama sepeda" balas Fulan.
"Namanya juga usaha" komentar Joni.
Orang Indonesia pribumi masih banyak sekali yang pemalas (kemungkinan termasuk saya) maunya banyak tapi usahanya sedikit, padahal di satu sisi, saudara - saudara kita yang lainnya jauh lebih pekerja keras daripada mereka, seharusnya kita bisa meniru mereka dalam memanfaatkan setiap peluang yang positif dalam hidup untuk merubah nasib diri kita sendiri. Itulah alasan saya menggumi karakteristik Indonesia keturunan Cina, bekerja tanpa kenal menyerah, tidak hanya sekedar bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas.
Kamis, 15 Januari 2009
10 Fakta Tentang Saya (PR sejuta umat)
Blogsphere di Indonesia sedang mengalami musim perlombaan memberikan Pekerjaan Rumah (PR) berupa 10 fakta tentang penulis blog tersebut, maka saya termasuk orang yang terkena imbasnya, saya mendapatkan amanah untuk menulis tentang perihal yang sama, berikut liputan khusus "10 Fakta Tentang Saya".
~ Saya mendapatkan PR ini dari salah seorang Blogger bernama Ecky
Fakta #1. Musik
Hidup saya diwarnai dengan lika - liku tentang musik. Setelah perjalanan panjang saya di dunia musik, maka saya menyimpulkan bahwa musik lebih berbahaya dibandingkan pedang bermata dua. Musik bisa menyihir seseorang menjadi kehilangan kepribadiannya dan mengikuti style atau gaya dari sang pemain musik tersebut, bahkan memaksa seseorang untuk mengikuti pemikiran tertentu.
Layaknya pedang, musik bisa menjadi hal yang baik atapun buruk, tergantung dari niat pembuat musik tersebut, bisa jadi menasihati pendengarnya, memabukan pendengarnya di dalam lautan cinta (yang sering kali cinta yang semu), mengirimkan pesan duka ataupun suka cita, menjadi sindiran bagi segolongan orang, menjadi penyemangat di tengah peperangan, bahkan menjadi gertakan bagi suatu kaum.
Saya seringkali berfikir untuk tidak hanya sekedar mendengarkan sebuah musik, tapi berusaha mencari arti dari penciptaan musik tersebut dan kebermanfaatannya bila saya mendengarnya. Walaupun pada kenyataannya seringkali saya terjebak di dalam kalimat "wah yang penting musiknya enak! gak penting artinya apa dech!". Bagi saya satu kata untuk musik "Waspadalah!" ~ dengan aksen bang Napi.
Fakta#2 Moody
Saya adalah orang yang tindakannya 30% berpeluang dipengaruh emosi (perhitungan dilakukan dengan feeling bukan dengan probabilitas terapan X_x), saya salut dengan orang yang tidak panik dan berfikir jernih di situasi terdesak. Bila Anda termasuk orang yang seperti itu, tolong ajari saya :D
Fakta#3 Malaysia - Indonesia Saudara kok berantem? Tanya Kenapa?
Sebuah fakta yang sampai saat ini masih membingungkan saya, saudara serumpun lagi se-iman, Malaysia dan Indonesia, kerap kali berantem, pertanyaannya bukanlah "siapa yang salah?", tetapi "kenapa harus saling menyalahkan?"
Malaysia terkenal sebagai bangsa yang rasis, hal inilah yang membuat orang Indonesia tidak menyukai orang Malaysia, jika ada orang Malaysia yang membaca postingan saya kali ini maka saya tegaskan, saya mewakili orang Indonesia dengan ini menyatakan "Yang dibenci oleh Indonesia bukanlah orang Malaysia melainkan sifat rasis yang dimiliki orang Malaysia."
Fakta#4 Senang banyak teman
Sudah jelas sekali dari judulnya, saya orang yang bekerja optimal di dalam team, tentu saja harus teman - teman yang bukan free rider atau yang cuman terima jadi (biasanya saya yang jadi free rider-nya :p). Ketahuilah, mencari seribu musuh lebih mudah daripada mencari satu orang teman.
Fakta#5 Anti-Zionist
Zionis bagi saya gak banget. Sebuah paham yang menurut saya akan membahayakan perdamaian dunia. Semoga cita - cita para zionis tidak pernah terwujud.
Fakta#6 Tidak suka hal bertele-tele
Saya adalah tipikal orang yang sedang belajar ber-basa-basi, walaupun di satu sisi saya tidak suka bertele - tele, namun ternyata di dunia ini membutuhkan basa-basi, layaknya pegangan gelas yang ada pada gelas, kenapa kita tidak langsung saja memegang gelasnya?! ~perumpamaan yang aneh. Intinya ternyata dalam membangun relasi / jaringan dibutuhkan skill basa-basi yang tinggi, teori ini masih dalam pembuktian, karena dari pengamatan mata saya, mayoritas orang yang supel dan jaringannya luas, selalu memulai pembicaraan lebih dulu daripada lawan bicaranya.
Fakta#7 Benci maling
Sekarang saya mengerti jika ada maling yang tertangkap seringkali digebukin warga, karena kehilangan sesuatu itu sangat tidak menyenangkan, apalagi penyebabnya diambil orang secara diam - diam. Dan terlebih lagi jika yang hilang adalah dompet, harus lapor ke polisi, mengurus KTP, KTM dan berbagai hal penting lainnya yang ada di dompet. Namun di satu sisi terkadang saya sering berpikir, apakah itu berarti kita semua cinta dunia?
Fakta#8 Membaca dan Menulis
Menulis adalah sesuatu yang sedang saya usahakan menjadi hobi saya, lebih tepatnya menulis di blog. Namun ternyata, hal ini membutuhkan hal lain sebagai minimum requirment atau prasyarat minimal (seperti kuliah saja), yaitu membaca, jadi saat ini juga saya sedang memaksa diri untuk hobi membaca.
Fakta#9 Orang IT
Tak bisa dipungkiri bahwa saya adalah warga negara Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi, jadi jangan heran jika anak Fasilkom UI akan dihubungi oleh teman-teman lamanya jika hal - hal seperti berikut ini terjadi, komputer kena virus, komputer tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pengen beli laptop / komputer yang bagus, baterai laptop ngadat dan sebagainya. Saya pernah mendengar pendapat beberapa orang bahwa sudah banyak orang yang bergerak di bidang IT, lalu mereka seringkali bertanya ke saya "Apa gak takut gak kebagian lahan?".
Sungguh cara berpikir yang sempit ~menurut saya. Rejeki itu Allah yang mengatur & saya yakin Allah SWT itu Maha Adil, yang terpenting kita sudah berusaha yang terbaik untuk kehidupan kita, masalah keputusan saya serahkan pada-Nya. Dan jika kita ingin melihat realita, Teknologi Informasi saat ini menjadi hal yang menjadi wajib ada di setiap disiplin ilmu, seperti arsitektur, kedokteran, sipil, pertanian dan lain-lain. Dengan kata lain, lahan kami (anak IT) berpotongan dengan seluruh himpunan ilmu di dunia artinya lahan kami nyaris tak terbatas, selama dunia butuh kemudahan, disitulah lahir sebuah teknologi untuk memudahkan. Itulah salah satu yang membuat saya bangga menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Fakta#10 Kesempatan kesekian
Saya selalu merasa, di setiap pagi ketika saya terbangun dari tidur, itu adalah kesempatan kesekian kalinya yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengukir kehidupan saya lebih baik dari hari kemarin, karena sebenarnya dalam keadaan tidur, kita sama sekali tidak berkuasa atas tubuh kita. Sayangnya sangat banyak orang (termasuk saya) yang sering lupa untuk mensyukuri hal itu. Mudah - mudahan kita bisa merubah kebiasaan buruk kita, minimal kita membaca doa bangun tidur ketika baru bangun dari tidur.
Sekedar intermezzo, pernah terjadi di suatu hari saya hampir pergi ke alam lain dengan mudahnya. Semua itu terjadi saat saya terlambat ke kampus untuk ujian tengah semester, akibatnya saya pun mengendarai motor "agak" ngebut, salip kanan, salip kiri tanpa sadar melewati genangan lumpur. Ketika saya mau kembali menyalip angkot di depan saya dari kanan, terlihat ada angkot lain dari arah berlawanan, dan dua buah motor yang melaju bersama angkot tersebut, spontan saya mengerem motor dengan rem depan, akibatnya ban belakang slip, dan motor luar biasa tidak stabil, oleng kanan-kiri berulang-ulang, harapan hidup pun menipis, serasa boro - boro ikut UTS, mungkin langsung di interogasi sama malaikat abis kejadian ini.
Alhamdullillah, karena belum saatnya saya kembali kepada-Nya, motor bisa kembali saya kendalikan (~fiuhh) dan akhirnya bisa ikut UTS walaupun agak terlambat.
Untuk itu jangan pernah berhenti mensyukuri nikmat yang Dia berikan pada kita, jangan sampai kita mesti ditegur terlebih dahulu agar mau bersyukur.
Akhir kata, rantai blogsphere ini harus saya teruskan, maka saya akan memberikan Pe-Er yang sama kebeberapa blogger antara lain,
Mudah-mudahan PR-nya dikerjakan.
Diposting oleh
Muhamad Fajar
Pada Pukul
17.29
6
komentar
Saya?!
- Muhamad Fajar
- Dipanggil Fajar. Sampai saat ini masih yakin terlahir untuk menjadi pemenang, walaupun saat ini saya masih amat jauh dari pribadi dan pengetahuan seorang pemenang. Saya harus terus belajar hingga benar - benar menjadi pemenang di dunia dan di akhirat bersama pemenang-pemenang lainnya. Alhamdulillah saat ini saya telah lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Cita - cita : Menjadi seorang pemilik perusahaan IT Indonesia yang disegani di seluruh dunia, dan menjadi orang super kaya sehingga mampu membantu sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia! Hal ini tak akan bisa terwujud tanpa doa, dukungan dan kerja keras. Untuk itu mohon doanya juga dari para pembaca :D