Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Hampir

Sumber gambar : flickr.com dibuat oleh scottythejock

Kamis, 1 September 2011. Kami sekeluarga berangkat jam 20.00 menuju Majalengka dengan dua mobil beriringan melalui jalur Cikamurang. Sampai di Subang, ada kejadian yang sulit untuk dilupakan. Pada tengah malam, salah satu mobil yang kami (sekeluarga tumpangi) mengalami hal yang luar biasa. Pada saat itu sebenarnya semua penumpang sudah tidur kecuali supir. Tetapi tiba-tiba saya yang juga sedang tidur punya feeling luar biasa gak enak.

Akhirnya mata pun terbuka lebar. Pada tikungan yang tajam, mobil Peugeot 406 melesat dengan kecepatan entah berapa (mungkin sekitar 50an Km/ Jam), berbelok ke kanan. Saya melihat cahaya datang dari arah berlawanan. Melalui kaca depan mobil saya yang duduk di belakang melihat dengan jelas dan berasa slow motion mobil keluar jalan aspal menuju arah kiri jalan. Saya cuma bisa teriak "Awas Mas Re!" (Mas Reza, supir sekaligus kakak ipar). Mobil pun memilih tempat jatuhnya, dari mulai tembok beton, rumah warga sampai akhirnya menuju pagar tanaman. Ya, sampai di sini hanya bisa pasrah. Mobil pun sepertinya melompat. Suara "ciiiit ... gusrak geduBRAK!" terdengar sangat mengerikan malam itu.

Pasir dan debu mengepul di sekeliling mobil, turun perlahan dan mengungkap tempat jatuhnya mobil. Sebuah pekarangan. Dengan hati yang terbengong-bengong bahwa diri ini masih hidup akhirnya diperintahkan pak supir keluar untuk membantu mengeluarkan mobil dari tempat jatuhnya. Ketika keluar perlahan sekeliling mobil pun ramai karena warga lokal datang. Termasuk pemilik rumah yang terbangun karena suara benturan mobil. Atas kehendak-Nya kami para penghuni mobil keluar dengan selamat tanpa ada gores sedikit pun. Justru yang khawatir ada apa-apa adalah rombongan mobil yang satu lagi (mobil kakak saya yang lainnya yang sudah melaju terlebih dahulu). Penghuni rumah pun khawatir akan penumpang mobil yang nyusruk ke pekarangannya.

Dari kejauhan datang seorang oknum petugas berwajib salah satu instansi pengatur jalan tapi entah kenapa datangnya dengan jalan santai. Bukan menanyakan apakah ada korban atau tidak, malah mempermasalahkan tentang pekarangan. "Ini gimana nih ... Mas kan merusak pekarangan orang, harus diselesain dulu lah urusan sama yang punya" kurang lebih pernyataannya seperti itu. Padahal pemilik pekarangan saja mengerti yang barusan itu kecelakaan jadi ya ga usah terlalu dipikirkan. Ini orang dateng-dateng malah bertanya seperti itu.

Absurd.

Setelah kakak ipar saya ditanya-tanya, ternyata beliau kaget karena ada gerombolan motor datang dari arah berlawanan dan salah satunya tidak menyalakan lampu. Mantep banget dah tengah malam bawa motor gak pake lampu, nyawanya banyak euy.

Kejadian ini mengingatkan kembali kepada saya bahwa kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga. Sesaat sebelum mobil melompat dari jalanan, saya sudah berpasrah saja, dalam hati "sepertinya ini sudah akhir ya?". Namun, ternyata perjalanan kehidupan masih berlanjut. Masih harus menyusun rencana kehidupan ke depan dan selalu mencari kesempatan merubah dunia menjadi lebih baik.

Saya akhiri cerita ini dengan Alhamdulillah
~ gak pake sesuatu, apalagi banget :D

Read More

Kamis, 10 Februari 2011

Media


Media saat ini telah menjadi benda yang cenderung merusak. Apapun medianya, TV, internet, handphone, telepon, email, tempe (eh salah ini mah makanan), radio dan lain-lain tetap punya potensi merusak. Bukan salah media, tetapi salah manusia sebagai pengguna media. Terutama sang pemberi informasi. Ketidakhati-hatian dalam penggunaan media dan ketidakpernahan belajar agama dengan serius bisa jadi salah satu penyebabnya. Kerusakan yang terjadi tidak kalah parah dengan radiasi nuklir yang menyebar bersama hembusan udara. Mungkin lebih parah lagi, karena yang diserang bukan fisik tetapi ruh. Dan yang rusak bukan otot tetapi otak.
Konten negatif media bisa dikatakan merupakan masalah klasik. Tulisan ini dibuat bukan untuk merendahkan orang lain ataupun mem-"bersih"-kan diri sendiri. Tetapi hanya tumpahan rasa muak akan keadaan media hari ini.
Media sebagai bagian dari kemajuan teknologi pasti memiliki potensi kebaikan sekaligus potensi kerusakan. Butuh waktu, dana, kesadaran dan tenaga yang tidak sedikit untuk memperbaiki media. Hal yang terpenting adalah mencegah kerusakan yang disebarkan oleh berbagai media dengan cara membentengi diri. Sebuah firman Allah SWT.

"Adapun jika datang kepada kamu sekalian petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (QS. Thaha: 132)

Pada ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berpedoman pada petunjuk-Nya. Berikut salah satu hadist yang menjelaskan bentuk kongkrit mengikuti petunjuk-Nya.

"Allah menjamin siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat kelak" (Dikeluarkan oleh ibnu Abi Syaihah, Al-Hakim dan dishahihkannya)

Hadist di atas membahas tentang ngaji. Ngaji berasal dari kata mengkaji. Tilawah (membaca) Al-Quran adalah bentuk ngaji yang paling sederhana. Dalam konteks membentengi diri dari berbuat maksiat dan membentengi diri dari kerusakan media, tilawah saja belum cukup. Kita harus berusaha mencari majelis atau perkumpulan yang mengkaji lebih dalam tentang nilai-nilai agama Islam yang terkandung dalam Al-Quran. Majelis yang cukup populer beberapa diantaranya mentoring keagamaan, kultum dan acara ceramah di tipi, majelis ta'lim atau ceramah umum offline alias langsung berhadapan dengan ustadz.
Jika mau dibahas asalnya darimana saja metode-metode ini, maka akan panjang ceritanya (saya juga gak tau-tau amat :p). Jadi saya akan jabarkan saja pendapat saya tentang hal-hal tersebut. Ceramah umum sangat efektif untuk menjadi media penambahan wawasan, mengenal tentang sesuatu ataupun memperdalam pengetahuan tentang sesuatu. Tetapi saya rasa masih belum cukup efektif dalam hal mendorong diri kita menerapkan pengetahuan yang sudah kita dapatkan. Kita butuh majelis yang lebih kecil yang diisi dengan orang-orang yang punya niatan untuk belajar Islam dan menerapkan nilai-nilai Islam perlahan tapi terus dicoba dan diusahakan. Mungkin salah satu bentuk majelis ini adalah mentoring keagamaan.
Mentoring keagamaan pun hanya akan menjadi efektif jika kita benar-benar punya niat untuk belajar dan meminta kepada Allah SWT supaya diberikan hidayah dalam mempelajari agama Islam. Dan yang terakhir kembali lagi solusinya adalah ibadah sunnah rutin, semisal tilawah. Sebagai salah satu ibadah sunnah yang simple. Tilawah menjadi sebuah pemenuhan kebutuhan ruh yang bisa dilakukan dimana saja (selama tempatnya bersih dan kita juga dalam keadaan punya wudhu). Mengikuti ceramah umum, mentoring dan tilawah adalah bekal awal. Masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri. Tips lainnya jika sempat akan di-post pada kesempatan berikutnya.
Akhir kata, mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi nasihat dan pengingat bagi penulis dan pembaca.

Wallahu'alam.

Read More

Rabu, 10 Juni 2009

Iqra!

Iqra! Satu kata, penuh makna. Wahyu pertama yang turun kepada orang nomor 1 di dunia Rasulullah SAW, adalah satu kata yang seringkali kita remehkan begitu saja. Iqra yang dalam bahasa Indonesia berarti 'baca' ternyata saat ini menjadi rahasia kesuksesan negara - negara besar di dunia. Saya akan mencoba mengupas rahasia kata 'Iqra' bisa menjadi jurus sakti mandraguna dari sudut pandang saya.
"Iqra" yang memiliki arti sempit membaca dan arti luas menuntut ilmu, ternyata diamalkan atau dilaksanakan lebih banyak oleh orang yang tidak beragama Islam, padahal perintah Iqra sejatinya diperuntukan bagi umat muslim. Terbukti dari banyaknya riset yang ada di negara - negara maju. Bahkan yang menurut saya belum terlalu penting untuk menjadi suatu riset, salah satu contohnya adalah robot koki Okonomiyaki buatan Jepang, mobil bertenaga coklat di London. Bahkan hal - hal luar biasa yang biasanya cuman ada di serial animasi juga jadi riset, di Amerika, yakni pembangkit listrik di luar angkasa!
"Iqra" sendiri adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab, bahasa yang telah berumur kurang lebih 8000 tahun. Bahasa ini adalah salah satu cabang dari bahasa Semit. Bahasa Samit sendiri adalah bahasa yang "terbudidayakan" oleh keturunan nabi Nuh AS yaitu anaknya yang bernama SAM. Begitu banyak bahasa yang berasal dari rumpun bahasa semit, tapi yang bertahan hanya sedikit, antara lain, Aramia, Arab dan Ibrani. Mungkin jika bahasa Arab tidak menjadi bahasa yang digunakan di Al-Quran, bahasa Arab juga tidak lolos dari kepunahan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak umat Islam yang belum menguasai bahasa Arab, padahal pedoman lifestyle-nya Al-Quran, diantarkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW dengan bahasa Arab. Di sisi lain, fenomena yang unik terjadi di suatu negara adidaya. Di Amerika Serikat tercatat begitu banyak orang yang ingin belajar bahasa Arab, alasannya sederhana, bahasa Arab itu dikenal sulit dan orang Amerika tertantang untuk mempelajarinya.
Pada 1973 PBB meresmikan bahasa arab sebagai bahasa internasional, jadi salah klo kita mengira bahasa Arab itu bahasa gak keren. Kerjasama Indonesia dengan negara - negara Arab juga semakin membaik, terbukti dengan pembelian saham Indosat oleh Qatar. Besar kemungkinan bahasa Arab akan menjadi salah satu modal kita untuk "berjuang" di era globalisasi yang sudah semakin mendekat.
Saat ini di Indonesia sendiri terdapat 70.000 pondok pesantren yang semuanya mengajarkan bahasa Arab, semua UIN/STAIN se-Indonesia mengajarkan bahasa Arab. lebih dari 100 Universitas Muhammadiyah mengajarkan bahasa Arab. Sejumlah universitas dibawah DIKNAS (termasuk UI) juga membuka jurusan Bahasa Arab atau Satra Arab.

Bahkan umat muslim pun telah diseru oleh Sang Khalik,

Sesungguhnya Aku telah menurunkan Al - Quran berbahasa Arab semoga kamu dapat memahaminya. (QS. Yusuf: 2)

Dan Rasulullah SAW pun bersabda,

Cintailah bahasa Arab karena tiga hal: karena saya orang Arab, karena Al - Quran berbahasa Arab, dan karena penghuni surga berbahasa Arab. (HR. Thabrani)

Ibnu Taimiah mewajibkan belajar bahasa Arab karena ada kaidah yang berbunyi "Jika ada sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan hal yang hukumnya wajib, maka sesuatu itupun menjadi wajib". Seperti wudhu menjadi wajib jika umat muslim akan melaksanakan shalat, maka memahami bahasa Arab menjadi wajib jika kita ingin benar - benar berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah.
Ingin belajar bahasa Arab tapi gak punya modal besar untuk hal ini. Hubungi saya di fajar_today_89@yahoo.com dan kirimkan form pendaftaran yang sudah diisi yang bisa diunduh di sini. Baru berjalan satu pertemuan dengan tema "Introduction", sedikit materi intro-nya terlah saya tulis di artikel ini (beberapa hal di atas diambil dari materi pertemuan pertama). Klik posternya jika masih penasaran. Di tunggu Ba'da Maghrib jamaah pertama, setiap hari Rabu, di masjid Al-Muhajirin Depok, pertemuan selesai pada sekitar jam 20.45 WIB. Di bawah bimbingan Ust. DR. Basuni Imaddudin (dosen pasca sarjana Universitas Indonesia) mari kita belajar bahasa Arab bersama!

Read More

Rabu, 03 Juni 2009

Peluang

sumber gambar: http://www.flickr.com/

Peluang, hal yang sering kali ada di sekitar kita, tetapi sering kali tak kita sadarai. Namun terkadang sebaliknya, peluang itu kita cari - cari, tetapi serasa sulit untuk menemukannya. Berikut petikan cerita tentang dua orang warga Indonesia, yang satu Indonesia tulen, yang satu lagi keturunan Cina. Sama sekali tak ada maksud untuk bersikap rasis, bahkan saya kagum dengan saudara - saudara setanah air saya yang berdarah keluarga cina, mungkin cerita berikut ini bisa membantu pembaca mengerti kekaguman saya.

Seorang warga Indonesia keturunan Cina (sebut saja Joni) sedang bersepeda di depan rumah seorang warga Indonesia pribumi (sebut saja Fulan). Fulan terlihat sedang memarkir mobil BMW Z4 miliknya, sementara Joni sedang memarkir sepeda ontel andalannya.
Joni pun melirik dan celingak celinguk melihat BMW milik Fulan seraya berkata "Ful, boleh tuh BMW, tuker sama sepedaku Ful, mau tak?",
"Orang gila kali mau nuker BMW sama sepeda" balas Fulan.
"Namanya juga usaha" komentar Joni.

Setiap kisah pasti memiliki hikmah di dalamnya, begitu juga dengan petikan cerita super pendek di atas. Hikmahnya pun tergantung dari orang yang menginterpretasikan kisah tersebut. Saya pun memiliki interpretasi tersendiri dari kisah di atas. Pada kisah di atas tercermin bahwa Joni selalu memanfaatkan peluang sekecil apapun, bahkan peluang yang kemungkinan suksesnya < 1. Semangat yang sungguh luar biasa.
Orang Indonesia pribumi masih banyak sekali yang pemalas (kemungkinan termasuk saya) maunya banyak tapi usahanya sedikit, padahal di satu sisi, saudara - saudara kita yang lainnya jauh lebih pekerja keras daripada mereka, seharusnya kita bisa meniru mereka dalam memanfaatkan setiap peluang yang positif dalam hidup untuk merubah nasib diri kita sendiri. Itulah alasan saya menggumi karakteristik Indonesia keturunan Cina, bekerja tanpa kenal menyerah, tidak hanya sekedar bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga diri mereka yang merubah sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)

Nasib itu bukanlah sesuatu yang statis, kita adalah pelukis dari kehidupan kita masing -masing, bukan orang lain. Dan tentu saja tak ada hal yang terlepas dari kehendak Allah SWT, kita berusaha dan berdoa, sisanya serahkan kepada Yang Maha Berkehendak. Setiap detik adalah peluang untuk merubah nasib kita. Dua hari lagi esok adalah masa lalu, maka kita harus berpikir se-visioner mungkin. Terakhir, selamat menunggu nilai kuliah semester untuk yang sudah UAS, semoga kita mendapatkan nilai yang terbaik, sesuai dengan usaha yang telah kita lakukan. Untuk yang SP semoga diberikan keterbukaan pikiran dalam menyerap kuliah dan untuk yang liburan (termasuk saya) semoga diberikan petunjuk dan kekuatan untuk meng-agendakan acara - acara yang manfaat ketika liburan.

Read More

Jumat, 22 Mei 2009

2 Dekade

(sumber gambar : http://www.flickr.com/ oleh alee2000)

Tepat 20 tahun silam, hari Senin di sebuah rumah bersalin di kota Depok, tepat sesaat sebelum Adzan Subuh berkumandang, adalah detik - detik bersejarah bagi saya. Karena pada hari itu Sang Maha Pencipta telah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengabdi pada-Nya. Allah Azza wa Jalla mengizinkan diri ini lahir ke dunia dengan anggota tubuh yang lengkap dan tanpa cacat. Dan kedua orang tua saya memberikan nama dengan nama seorang yang memiliki akhlak terbaik di muka bumi yang disandingkan dengan waktu kelahiran saya, dengan harapan diri ini bisa meneladani akhlak seorang pemimpin terbaik yang pernah ada. Inilah saya dengan segala kekurangan dan kelebihan saya, "Muhamad Fajar", mohon maaf jika selama 2 dekade ini ada kata - kata saya atau kelakuan saya yang menyinggung hati para pembaca.

Ulang tahun atau Milad adalah momen mengevaluasi diri, karena sejatinya umur kita di dunia berkurang satu tahun. Jika di kepala kita masih suka timbul pertanyaan, "Selama ini apa sih yang telah saya dapatkan?" maka niscaya kita akan menjadi hamba yang selalu kufur akan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Bertanyalah "Selama ini apa sih yang telah saya berikan?" maka niscaya kita akan menjadi hamba yang diantar ke surganya Allah oleh amalan - amalan baik kita yang bermanfaat bagi orang lain.

Karena memang sebuah fakta yang tak bisa kita pungkiri, jika kita membicarakan mengenai umur, maka hal yang paling dekat dengan topik ini ialah kematian. Sudah sejauh apakah persiapan kita menuju evaluasi Sang Maha Adil nanti kelak? Karena mungkin beberapa detik setelah ini, esok, lusa, bulan depan, tahun depan, atau di waktu yang tak ada satu insan pun mengetahui, kita akan kembali kapada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang kita lakukan di dunia, untuk para pembaca muslim, maka pertanyaannya "sudahkah Anda sholat?". Nafas, harta, teman, keluarga, kesempatan menuntut ilmu, rejeki, adalah beberapa hal dari banyaknya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, maka jangan sampai kita belum juga mulai untuk mensyukuri nikmatnya dengan sholat 5 waktu. Paling hanya memakan waktu Anda tak lebih dari 15 menit satu waktu sholat. Jangan sampai nyawa ini direnggut ketika kita tak mengenal syukur kepada-Nya. Jangan sampai Allah mengazab kita di akhirat kelak, karena azab pada saat itu ialah azab yang abadi.

Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan saya kesempatan untuk berkarya di dunia ini. Dan sekali lagi mohon maaf untuk semua keluarga, tetangga, sahabat, sanak saudara sekalian, apabila sampai detik ini ada tindakan saya yang menyayat hati, atau ada hutang yang belum saya bayar atau ada barang pijaman yang belum saya kembalikan ( tolong diingatkan :D ). Dan tak lupa terima kasih kepada semua keluarga, tetangga, guru, dosen, sahabat, sanak saudara semuanya, karena telah membimbing saya sampai sejauh ini. Terlebih kedua orang tua saya, guru - guru saya, dosen - dosen saya, teman - teman yang mengenalkan saya kehidupan sosial pertama kali di TK pertiwi 1 Jambi, teman - teman di SDN 6 Jambi dan SDN Anyelir 1 Depok yang pertama kali mengajarkan saya arti teman itu sendiri, teman - teman di TPA / MDA Daarul Anshor yang menunjukan bahwa di dunia ini Allah sedang menyeleksi hamba - hamba-Nya, teman - teman di SMPN 1 Depok yang walau cuman sebentar kenal dengan saya tetapi tetap menjadi kenangan tersendiri untuk saya, teman - teman di SMPN 2 Depok yang mengajarkan saya tentang keberagaman sifat dan karakter manusia, teman - teman seperjuangan di SMAN 1 Depok yang tak terlupakan karena di sinilah saya bertemu para pemuda dengan akhlak terbaik yang pernah saya temui, dan teman - teman di kampus tercinta Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, angkatan 2008, 2007, 2006, 2005, 2004, 2003, 2002, 2001, dst (kalo masih ada yang merasa kenal dengan saya) karena di sinilah saya belajar untuk berpikir lebih dewasa dan lebih kritis, serta belajar menjadi orang yang lebih mandiri dan lebih bermanfaat bagi orang lain.

Akhir kata, doakan saya bisa memberikan yang terbaik di dunia ini hingga akhir masa, amin. Terima Kasih.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
(Ar-Rahman, diulang sebanyak 31 ayat)

Read More

Rabu, 06 Mei 2009

Bias

"Disappointed, disillusioned, re-affirm my view,
We've all a story to sell,
We've all a lie that we tell,
And it goes on and on, and on and on."


Kebenaran dan "kebenaran" tidak lagi bisa dipisahkan dengan mudah. Mata publik mudah sekali tertipu dengan media, ketika media bilang "A" telah terjadi, maka semua merasa kejadian "A" benar - benar terjadi. Seperti sebuah pemberian sugesti yang sering sekali dilakukan oleh seorang penghipnotis. Media itu sendiri pun dengan mudahnya menyebarkan berita yang belum tentu benar, bahkan mungkin tahu bahwa berita itu bohong, namun demi popularitas atau pun uang justru malah menyebarkannya. Akibatnya, semakin hari, kejujuran semakin mahal dan "kebenaran" bisa diciptakan dengan harta, semua hal pun bisa di kuantisasi dan dibeli dengan uang. Masihkah ada orang - orang jujur yang akan membela kebenaran dan kejujuran di dunia ini?

Negeri ini dilanda sebuah krisis moral yang cukup serius, yakni hilangnya urgensi mengutamakan kejujuran. Bukan hanya segelintir orang, tetapi banyak orang. Mungkin sebagian orang menganggap hal ini hal sepele, tetapi ketahuilah, bahwa ketidakjujuran akan menjadi narkotika paling adiktif di dunia. Seperti lirik yang saya tulis di awal tulisan ini yang merupakan bagian dari lirik lagu "Is This The Best It Gets" yang dinyanyikan oleh band dengan nama Budapest, manusia mulai terbiasa berbohong dan perlahan melumrahkan suatu kebohongan.
Salah satu cabang dari kebohongan itu sendiri adalah plagiarisme yang juga dibahas di artikel ini. Artikel tersebut membahas tentang copy - paste, sebuah plagiarisme akut yang sebagian orang merasa hal itu lumrah dengan beralasan terlalu banyak pekerjaan atau tugas sehingga tidak sempat untuk membuatnya sendiri.

Di satu sisi yang lebih luas lagi, ketidakjujuran melahirkan sebuah masalah besar bagi bangsa ini, yaitu korupsi. Bukan semilyar dua milyar nominal yang mereka curi, bahkan mungkin triliunan. Koruptor menjadi sebuah profesi gelap yang dianggap biasa di kalangan pejabat, seperti layaknya menyontek dianggap biasa di kalangan sebagian pelajar bahkan pengajar saat ini. Ketika ada seseorang mencoba mengehentikan korupsi, para koruptor tidak terdiam, mereka bahkan mengorganisasikan sebuah kejahatan terselubung agar sang pemberantas koruptor berubah status dari pahlawan menjadi penjahat.

Tak perlu menembak mati koruptor, karena bukan orangnya yang pantas mati, tetapi budaya berbohong itulah yang menjadi akar korupsi yang pantas mati. Negeri ini haus akan sosok pahlawan yang punya nyali untuk memberantas bibit kejahatan yang bersarang di alam bawah sadar setiap manusia. Negeri ini kekurangan orang yang bisa mengacuhkan bisikan setan yang ada dalam hati.

Kejujuran seperti intan, di kubur di dalam lumpur sekalipun, tetap saja orang akan tahu itu intan. Jadilah penyelamat negeri dengan mengutamakan kejujuran, belajarlah untuk membedakan suara hati dan bisikan setan. Ingatlah suatu hari nanti, semua perbuatan kita akan di pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Bersikaplah jujur, karena dengan kejujuran inilah kita akan membangun Indonesia menjadi jauh lebih baik dari sekarang.

Read More

Senin, 09 Februari 2009

Mengukir Indonesia di Masa Depan

sumber gambar : duajuta.com




Secercah harapan seringkali melintasi kepala saya. Sebuah harapan akan Indonesia yang telah menjadi negara maju. Petani Indonesia yang kaya karena profit ekspor berasnya melimpah, nelayan yang makmur karena pemerintah yang selalu mengontrol harga ikan di pasaran dan subsidi bahan bakar yang tepat sasaran, lulusan SMA yang dengan mudahnya mendapatkan beasiswa untuk meneruskan studinya ke jenjang perguruan tinggi, musnahnya kemiskinan di ibukota karena zakat seluruh muslim Jakarta yang terdistribusi dengan baik, dan ratusan hal positif lainnya yang bukan tidak mungkin untuk terwujud.

Tetapi jangan berharap itu semua dapat terjadi jika Anda pada hari ini hanya melakukan rutinitas "biasa" Anda sambil menyesali hal - hal buruk di masa lalu. Penyesalan itu seperti rayap yang menggerogoti bangunan kejayaan Anda di masa depan. Masa lalu hanya untuk diambil pelajaran dan hikmah darinya, tak lebih dari itu. Bergeraklah! Dan tunjukan bahwa Anda akan menjadi arsitek kehidupan terbaik sepanjang masa. Arsitek kehidupan yang tidak hanya berhasil mengukir masa depan dirinya tetapi juga masa depan tanah airnya, bukan untuk berkontribusi besar, tetapi untuk berkontribusi maksimal.

Berhenti membuang waktu dengan keluhan penyesalan karena nasib tak sesuai harapan. Ingatlah, setiap detik yang Anda lalui sedetik yang lalu tidak dapat kembali. Berkontribusilah ! Bukan hanya pada tahap teori tetapi juga aplikasi, bukan sekedar mengharapkan hal positif terjadi secara tiba - tiba tetapi jadikanlah hal positif itu cita - cita kehidupan Anda dan kejarlah dengan kerja keras.

Maksimalkan kompetensi / bidang yang Anda miliki. Jika Anda pernah ataupun sedang menggeluti bidang agraria, maka yakinlah bahwa Anda ditakdirkan untuk banyak berkontribusi memberdayakan kompetensi Anda untuk kesejahteraan masyarakat agraris di Indonesia. Begitu pula dengan bidang - bidang lainnya, jadikanlah pekerjaan yang Anda lakukan sekarang menjadi sumber kebahagiaan bagi orang banyak. Ingatlah! seseorang akan terus hidup abadi bukan karena harta tetapi karena jasa. Jangan pernah takut ilmu Anda habis jika dibagi - bagikan kepada orang lain, karena ilmu bukan harta, ilmu akan semakin mantap jika Anda mengajarkannya kepada orang lain.

Indonesia yang percikannya saya sebutkan di paragraf pertama, tidak akan pernah terwujud jika Anda salah satu penghuninya hanya bermalas - malasan dan menghindari pekerjaan yang menghampiri Anda. Indonesia yang kaya tidak akan terwujud jika Anda salah satu penghuninya miskin akan semangat dan kreatifitas. Perangi rasa malas, tak pantas orang yang mencita - citakan kejayaan tidak mau bekerja keras, tak pantas orang yang mengharapkan kebahagiaan dunia dan akhirat menyingkirkan rutinitas ibadah kepada Sang Pencipta. Karena sekeras apapun Anda bekerja, tanpa izin dari-Nya, Anda tidak akan mendapatkan yang terbaik untuk diri Anda.

Berilah orang yang belum pernah memberi kepada Anda, jangan pilih kasih. Jika ada orang yang bersikap tidak baik kepada Anda, maka bencilah kelakuan tersebut, jangan pernah membenci seseorang, karena kebencian akan melahirkan kebencian lainnya, dan kebencian adalah benih dari kehancuran. Hargailah orang lain seperti Anda menghargai diri sendiri, sembunyikanlah aib orang lain selihai Anda menyembukan aib diri Anda sendiri. Karena setiap manusia dianugrahi oleh Sang Pencipta tirai - tirai penutup agar orang lain tidak takut melihat wajah buruk kita.

Indonesia masa depan, bagi saya memiliki makna mendalam, masa depan berarti sebuah kemajuan, masa depan mengekspresikan sebuah kesejahteraan dan kemajuan teknologi, masa depan berarti masa dimana setiap pemimpin melantunkan melodi kejujuran di hati -hati mereka. Masa depan adalah saat - saat bahagia dimana setiap insan memilih pemimpinnya bukan dengan jual beli suara, tetapi dengan hati, komunikasi dan rasa kagum terhadap kepribadian calon pemimpin mereka.

Indonesia masa depan akan dihuni oleh pribadi - pribadi yang menerapkan berbagai nilai - nilai positif yang saya sebutkan pada wacana ini. Yakinlah! Ketika Anda selesai membaca paragraf ini, Anda adalah pribadi terpilih, bagian dari insan yang memulai hidupnya dan hidup orang di sekitarnya menjadi lebih baik. Dan dengan membaca wacana ini dan menerapkan nilai - nilai positif di dalamnya, bukan tidak mungkin akan menjadi langkah pertama Anda untuk mewujudkan Indonesia masa depan.

Read More

Kamis, 15 Januari 2009

10 Fakta Tentang Saya (PR sejuta umat)

Blogsphere di Indonesia sedang mengalami musim perlombaan memberikan Pekerjaan Rumah (PR) berupa 10 fakta tentang penulis blog tersebut, maka saya termasuk orang yang terkena imbasnya, saya mendapatkan amanah untuk menulis tentang perihal yang sama, berikut liputan khusus "10 Fakta Tentang Saya".
~ Saya mendapatkan PR ini dari salah seorang Blogger bernama Ecky


Fakta #1. Musik
Hidup saya diwarnai dengan lika - liku tentang musik. Setelah perjalanan panjang saya di dunia musik, maka saya menyimpulkan bahwa musik lebih berbahaya dibandingkan pedang bermata dua. Musik bisa menyihir seseorang menjadi kehilangan kepribadiannya dan mengikuti style atau gaya dari sang pemain musik tersebut, bahkan memaksa seseorang untuk mengikuti pemikiran tertentu.
Layaknya pedang, musik bisa menjadi hal yang baik atapun buruk, tergantung dari niat pembuat musik tersebut, bisa jadi menasihati pendengarnya, memabukan pendengarnya di dalam lautan cinta (yang sering kali cinta yang semu), mengirimkan pesan duka ataupun suka cita, menjadi sindiran bagi segolongan orang, menjadi penyemangat di tengah peperangan, bahkan menjadi gertakan bagi suatu kaum.
Saya seringkali berfikir untuk tidak hanya sekedar mendengarkan sebuah musik, tapi berusaha mencari arti dari penciptaan musik tersebut dan kebermanfaatannya bila saya mendengarnya. Walaupun pada kenyataannya seringkali saya terjebak di dalam kalimat "wah yang penting musiknya enak! gak penting artinya apa dech!". Bagi saya satu kata untuk musik "Waspadalah!" ~ dengan aksen bang Napi.

Fakta#2 Moody
Saya adalah orang yang tindakannya 30% berpeluang dipengaruh emosi (perhitungan dilakukan dengan feeling bukan dengan probabilitas terapan X_x), saya salut dengan orang yang tidak panik dan berfikir jernih di situasi terdesak. Bila Anda termasuk orang yang seperti itu, tolong ajari saya :D

Fakta#3 Malaysia - Indonesia Saudara kok berantem? Tanya Kenapa?
Sebuah fakta yang sampai saat ini masih membingungkan saya, saudara serumpun lagi se-iman, Malaysia dan Indonesia, kerap kali berantem, pertanyaannya bukanlah "siapa yang salah?", tetapi "kenapa harus saling menyalahkan?"
Malaysia terkenal sebagai bangsa yang rasis, hal inilah yang membuat orang Indonesia tidak menyukai orang Malaysia, jika ada orang Malaysia yang membaca postingan saya kali ini maka saya tegaskan, saya mewakili orang Indonesia dengan ini menyatakan "Yang dibenci oleh Indonesia bukanlah orang Malaysia melainkan sifat rasis yang dimiliki orang Malaysia."

Fakta#4 Senang banyak teman
Sudah jelas sekali dari judulnya, saya orang yang bekerja optimal di dalam team, tentu saja harus teman - teman yang bukan free rider atau yang cuman terima jadi (biasanya saya yang jadi free rider-nya :p). Ketahuilah, mencari seribu musuh lebih mudah daripada mencari satu orang teman.

Fakta#5 Anti-Zionist
Zionis bagi saya gak banget. Sebuah paham yang menurut saya akan membahayakan perdamaian dunia. Semoga cita - cita para zionis tidak pernah terwujud.

Fakta#6 Tidak suka hal bertele-tele
Saya adalah tipikal orang yang sedang belajar ber-basa-basi, walaupun di satu sisi saya tidak suka bertele - tele, namun ternyata di dunia ini membutuhkan basa-basi, layaknya pegangan gelas yang ada pada gelas, kenapa kita tidak langsung saja memegang gelasnya?! ~perumpamaan yang aneh. Intinya ternyata dalam membangun relasi / jaringan dibutuhkan skill basa-basi yang tinggi, teori ini masih dalam pembuktian, karena dari pengamatan mata saya, mayoritas orang yang supel dan jaringannya luas, selalu memulai pembicaraan lebih dulu daripada lawan bicaranya.

Fakta#7 Benci maling
Sekarang saya mengerti jika ada maling yang tertangkap seringkali digebukin warga, karena kehilangan sesuatu itu sangat tidak menyenangkan, apalagi penyebabnya diambil orang secara diam - diam. Dan terlebih lagi jika yang hilang adalah dompet, harus lapor ke polisi, mengurus KTP, KTM dan berbagai hal penting lainnya yang ada di dompet. Namun di satu sisi terkadang saya sering berpikir, apakah itu berarti kita semua cinta dunia?

Fakta#8 Membaca dan Menulis

Menulis adalah sesuatu yang sedang saya usahakan menjadi hobi saya, lebih tepatnya menulis di blog. Namun ternyata, hal ini membutuhkan hal lain sebagai minimum requirment atau prasyarat minimal (seperti kuliah saja), yaitu membaca, jadi saat ini juga saya sedang memaksa diri untuk hobi membaca.

Fakta#9 Orang IT

Tak bisa dipungkiri bahwa saya adalah warga negara Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi, jadi jangan heran jika anak Fasilkom UI akan dihubungi oleh teman-teman lamanya jika hal - hal seperti berikut ini terjadi, komputer kena virus, komputer tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pengen beli laptop / komputer yang bagus, baterai laptop ngadat dan sebagainya. Saya pernah mendengar pendapat beberapa orang bahwa sudah banyak orang yang bergerak di bidang IT, lalu mereka seringkali bertanya ke saya "Apa gak takut gak kebagian lahan?".
Sungguh cara berpikir yang sempit ~menurut saya. Rejeki itu Allah yang mengatur & saya yakin Allah SWT itu Maha Adil, yang terpenting kita sudah berusaha yang terbaik untuk kehidupan kita, masalah keputusan saya serahkan pada-Nya. Dan jika kita ingin melihat realita, Teknologi Informasi saat ini menjadi hal yang menjadi wajib ada di setiap disiplin ilmu, seperti arsitektur, kedokteran, sipil, pertanian dan lain-lain. Dengan kata lain, lahan kami (anak IT) berpotongan dengan seluruh himpunan ilmu di dunia artinya lahan kami nyaris tak terbatas, selama dunia butuh kemudahan, disitulah lahir sebuah teknologi untuk memudahkan. Itulah salah satu yang membuat saya bangga menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Fakta#10 Kesempatan kesekian
Saya selalu merasa, di setiap pagi ketika saya terbangun dari tidur, itu adalah kesempatan kesekian kalinya yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengukir kehidupan saya lebih baik dari hari kemarin, karena sebenarnya dalam keadaan tidur, kita sama sekali tidak berkuasa atas tubuh kita. Sayangnya sangat banyak orang (termasuk saya) yang sering lupa untuk mensyukuri hal itu. Mudah - mudahan kita bisa merubah kebiasaan buruk kita, minimal kita membaca doa bangun tidur ketika baru bangun dari tidur.
Sekedar intermezzo, pernah terjadi di suatu hari saya hampir pergi ke alam lain dengan mudahnya. Semua itu terjadi saat saya terlambat ke kampus untuk ujian tengah semester, akibatnya saya pun mengendarai motor "agak" ngebut, salip kanan, salip kiri tanpa sadar melewati genangan lumpur. Ketika saya mau kembali menyalip angkot di depan saya dari kanan, terlihat ada angkot lain dari arah berlawanan, dan dua buah motor yang melaju bersama angkot tersebut, spontan saya mengerem motor dengan rem depan, akibatnya ban belakang slip, dan motor luar biasa tidak stabil, oleng kanan-kiri berulang-ulang, harapan hidup pun menipis, serasa boro - boro ikut UTS, mungkin langsung di interogasi sama malaikat abis kejadian ini.
Alhamdullillah, karena belum saatnya saya kembali kepada-Nya, motor bisa kembali saya kendalikan (~fiuhh) dan akhirnya bisa ikut UTS walaupun agak terlambat.
Untuk itu jangan pernah berhenti mensyukuri nikmat yang Dia berikan pada kita, jangan sampai kita mesti ditegur terlebih dahulu agar mau bersyukur.


Akhir kata, rantai blogsphere ini harus saya teruskan, maka saya akan memberikan Pe-Er yang sama kebeberapa blogger antara lain,
Mudah-mudahan PR-nya dikerjakan.

Read More

Sabtu, 12 Juli 2008

Teruntuk Saudaraku se-Tanah Air Indonesia


Bangsa ini sedang berada ditengah krisis kemiskinan, bangsa ini berada di tengah krisis pendidikan, bangsa ini berada di tengah krisis akhlak dan moral.

Apakah hati nurani ini ikhlas bangsa ini menuju kehancuran moral dan budaya?

Apakah hati ini ikhlas bangsa ini menuju kehancuran finansial?

Apakah hati nurani ini ikhlas 63 tahun kemerdakaan Indonesia,

Berakhir dengan bangsa yang bermental terjajah?

Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi.




Penulis bukanlah orang yang paling benar, penulis bahkan belum menjadi sarjana, namun penulis hanya ingin menyerukan semangat perjuangan kepada seluruh pemuda bangsa yang masih memiliki nurani untuk membangun bangsa ini. Pada tanggal 2 Juli 2007 yang lalu, pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan jumlah penduduk miskin 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk Indonesia selama periode bulan Maret 2006 sampai dengan Maret 2007. Hal ini bukan hal yang sepele, ini permasalahan bangsa.

Permasalah selanjutnya, krisis moral bangsa, saat ini pemuda Indonesia amat sangat mudah dipengaruhi oleh budaya luar, budaya luar yang saya maksud di sini adalah budaya yang negatif. Clubbing, Prompt Nigth dan kawan-kawannya, apakah anda prenah tahu bahwa dahulu, bangsa ini amat sangat menjunjung moral dan adab dalam pergaulan. Dahulu biskop – bioskop yang ada di Jakarta , ketika masih zaman-nya film bisu, atau tidak bersuara, tempat duduk untuk pria dan wanita di dalam bioskop itu terpisah, hal ini bertujuan menghindari tindakan – tindakan yang menyalahi nilai – nilai moral yang amat dijunjung tinggi oleh masyarakat pada saat itu.

Lain dahulu, lain sekarang, negara kita yang dahulu terkenal dengan keramahan, sopan santun, tutur kata yang baik dan moral masyarakat yang baik, kini telah berubah. Para pelajar yang doyan tawuran yang telah ber-”evolusi” menjadi mahasiswa bertindak anarkis, mereka beraksi hanya untuk mendapatkan korban dari pihak mahasiswa (yang bukan dari kalangan mereka), agar masyarakat bersimpati kepada mereka, dan membenarkan aksi yang mereka lakukan. Keramahan itu telah sirna, termakan emosi yang tak terkendali, dan nafsu untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompok, tanpa tahu esensi dari aksi mahasiswa yang sebenarnya.

Hidayatullah.com--Hasil survei yang dilakukan oleh Annisa Fondation baru-baru ini cukup mengejutkan karena 42,3 persen pelajar perempuan telah melakukan hubungan seks pra-nikah.

Belum lagi moral dan mental pelajar yang telah di-luluhlantah-kan budaya luar, dari kutipan artikel diatas, kita bisa melihat bahwa, tak mengeherankan jika negara kita terkena azab Sang Pencipta, jika terjadi hal seperti yang disebutkan artikel diatas. Naudzubillah mindzalik.

Tetapi harapan belum sirna, masih ada pelajar yang ikhlas menuntut ilmu untuk memajukan negeri ini, untuk menyenangkan hati orang tuanya, untuk mendapat ridho Sang Khalik, yang berjuang menyebrangi sungai untuk sekolah, yang menjual koran untuk mendapat sesuap nasi. Masih ada mahasiswa, yang mengerti arti perjuangan pendahulunya dalam menggeser rezim penuh korupsi, yang menuntut ilmu setinggi mungkin dengan ikhlas, yang meninggalkan kampung halaman untuk merantau demi kehidupan bangsa yang lebih baik, yang tak jarang menangis karena takut esok akan kehabisan biaya untuk kuliah.

Bangkitlah saudaraku, para pelajar SMA, Mahasiswa di berbagai pelosok Indonesia, bangsa kita, nasibnya di masa yang sebentar lagi akan datang, ada di tangan kita. Jika sampai saat ini kita masih menyontek ketika ulangan ataupun ujian, maka jangan heran kita menjadi seorang koruptor baru yang menggerogoti bangsa ini. Bagi pembaca yang muslim/ah. Jika kita sampai saat ini belum pernah mendirikan ibadah shalat lima waktu secara konsisten, maka itu adalah gambaran kita yang tidak pernah bersyukur kepada Allah atas nikmatnya yang diberikan kepada kita, nikmat masih bisa browsing di tengah krisis listrik di negeri ini, nikmat masih bisa bernafas tanpa tabung oksigen yang berharga ratusan ribu rupiah.

Saudaraku, sekaranglah saatnya kita berubah, bukan saatnya lagi kita membuang-buang waktu. Cukup sudah kebodohan terjadi di negeri ini, jadilah harapan baru untuk rakyat Indonesia, jadilah penerus para pemimpin yang telah sekuat tenaga memperbaiki kebobrokan negeri ini, jadilah penegak hukum yang adil dan bijaksana, jadilah peneliti yang mencerdaskan bangsa dengan manfaat dari ilmu yang digalinya.

Semangat dan bangkitlah saudaraku, bukan hanya sekedar bicara, tapi niatkan hati dari sekarang, untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia, bangkitlah untuk kelangsungan negeri ini, di masa yang akan datang.



Read More

Jumat, 23 Mei 2008

Krisis Teknologi


Teknologi adalah sebuah anugrah dari Allah SWT bagi umat manusia sebagai makhluk yang berakal dan mampu belajar serta membangun peradaban. Namun apa yang terjadi! Manusia kini mulai menghancurkan dirinya perlahan – lahan dengan teknologi yang mereka ciptakan.

Teknologi diciptakan untuk mempermudah peran manusia sebagai (khalifah) pemimpin dan pengelola di muka bumi, karena dengan teknologi yang kita ciptakan kita mampu memecahkan masalah yang amat rumit sekalipun. Seiring dengan waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu cepat. Dahulu, manusia berjalan kaki untuk mencapai tempat yang ditujunya, lalu manusia berpikir untuk menunggangi kuda, membuat kereta kuda, membuat kereta (seperti kereta kuda) dengan mesin uap, kereta bertenaga batu bara, dan pada akhirnya berhasil membuat sebuah mesin berbahan bakar minyak. Sayangnya saat ini, kebanyakan taknologi yang diciptakan manusia, menjadi lebih banyak mudharatnya karena dipisahkan dari aspek serta nilai yang telah diatur oleh Islam. Akibatnya, kejadian seperti lumpur lapindo yang merupakan kecelakaan nasional pun terjadi.

Teknologi tidak hanya berkembang dalam bidang transportasi saja, begitu juga dengan media, mulai dari koran, radio, televisi, serta pada akhirnya internet, atau jaringan internasional, terjadi perkembangan yang amat cepat. Multimedia seperti internet amat mempermudah manusia dalam memperoleh informasi terkini mengenai keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia yang mereka tempati. Dulu amat sulit sekali untuk mempublikasi karya-karya kita, baik itu tulisan, lagu, film, tetapi sekarang, jika punya tulisan menarik, anda cukup membuat blog dan dengan menginformasikan alamat blog anda ke beberapa orang teman saja, maka jika satu orang membaca dan merasa artikel anda bagus, efek domino akan tercipta, ratusan orang lainnya akan menyusul membaca artikel anda.

Percayalah bahwa krisis multimedia kini sedang terjadi di masyarakat kita. Krisis terparah yang terjadi bukan masalah pengetahuan akan multimedia, krisis terburuk yang terjadi bukan pula masalah fasilitas yang minim di Indonesia. Tapi moral bangsa kita yang mulai rusak karena pendidikan dan pendekatan akan multimedia dengan cara yang salah.

Orang tua tidak peduli terhadap ketertarikan anaknya terhadap internet, mereka melepas anak – anak mereka dalam exploring di dunia internet di warnet tanpa kontrol dari orang tua, padahal orang tua seharusnya (apalagi jika mampu) memberikan fasilitas di rumah, meletakan komputer di ruang tengah, agar kegiatan browsing terkontrol. Cara ini pun belum ampuh, cara yang benar – benar ampuh adalah memberikan pendidikan tentang Islam sejak dini. Kenapa hal ini dibutuhkan? Yang menjadi permasalahan utama bukanlah menjaga anak agar tidak sembarangan dalam browsing, melainkan memberikan anak pendidikan Islam sejak dini dan mengajarkan cara mengaplikasiakn nilai – nilai Islam dalam kehidupan termasuk dalam surfing di dunia maya. Jika dikaitkan dengan aturan – aturan Islam, aturan Islam yang berlaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya. Jangankan pornografi hal yang mendekati! Ingat! Mendekati Zina itu hukumnya Haram. Tegaskan nilai – nilai tersebut terhadap anak – anak dari sejak dini. Begitu juga dengan tata krama berbicara atau akhlak dalam berbicara, layaknya menjaga perkataan di dunia nyata, umat muslim di dunia maya juga harus menjaga kata – kata mereka. Jika hal – hal seperti ini bisa diterapkan, yakni tidak memisahkan nilai – nilai Islam dalam menggunakan dan mengembangakan teknologi, maka Insya Allah krisis akhlak dalam teknologi dan multimedia tidak akan ada.

Sampai saat ini hal yang saya jabarkan di paragraf sebelumnya belum diterapkan oleh masyarakat muslim Indonesia, maka jangan heran jika ada umat Islam Indonesia yang memprotes keberadaan UU ITE khusunya bagian yang mengatur pornografi! Parah! Naudzubilamindzalik.

Whew akhir kata . . . wahai orang Islam yang sedang membaca artikel ini lalu tidak setuju dengan kata – kata saya di atas, sadarkah jati diri anda sebagai umat Islam telah hilang? Sadar tidak? Kalau tidak juga tidak apa – apa, toh saya hanya mencoba mengingatkan diri sendiri dan orang lain kok.

- Muhamad Fajar -


Read More

Rabu, 19 Maret 2008

Sasuke VS Itachi Berakhir Tragis


Sasuke VS Itachi, kisah balas dendam sang adik berakhir dengan Tragis, Sasuke pada akhirnya berhadapan dengan sang kakak setelah terpaksa 2 tahun mengikuti orochimaru demi mendapatkan kekuatan.
Namun sayangnya setelah usaha keras dari mulai berkhianat kepada konoha dan meninggalkan teman - temannya terbayarkan oleh kejadian dilematis sang Adik.




Pertarungan antar saudara ini melibatkan jutsu - jutsu baru kedua karakter yang sebelumnya belum pernah di tunjukan kepada pembaca. Pertarungan yang diawali adu Genjutsu yang pada akhirnya dimenangkan oleh sasuke menuju pertarungan taijutsu dan ninjutsu.

Cerita pertarungan kedua saudara ini tidak saya ekspos tentang apa yang jutsu yang mereka gunakan. Namun, yang lebih saya ingin garis bawahi adalah selama ini Sasuka yang mengira kakaknya Itachi telah membantai keluarganya sendiri dan hanya menyisakan dirinya. Begitu membara dendam yang ia bawa sleama hidupnya, bahkan ia rela dibawa orochimaru demi mendapatkan kekuatan untuk membunuh sang kakak.

Namun, kenyataan yang ia terima tak dapat di percaya, ternyata kakaknya selama ini berusaha melindunginya dari kematian, dan sebuah kisruh politik para petinggi konoha mulai terkuak dari tokoh yang amat misterius yaitu Tobi akatsuki , yang pada chapter 390 -an pembaca dapat mengetahui bahwa Tobi adalah Uchiha Madara, salah satu pendiri desa Konoha

Review will be continue . . . .

Read More

Saya?!

Foto saya
Dipanggil Fajar. Sampai saat ini masih yakin terlahir untuk menjadi pemenang, walaupun saat ini saya masih amat jauh dari pribadi dan pengetahuan seorang pemenang. Saya harus terus belajar hingga benar - benar menjadi pemenang di dunia dan di akhirat bersama pemenang-pemenang lainnya. Alhamdulillah saat ini saya telah lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Cita - cita : Menjadi seorang pemilik perusahaan IT Indonesia yang disegani di seluruh dunia, dan menjadi orang super kaya sehingga mampu membantu sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia! Hal ini tak akan bisa terwujud tanpa doa, dukungan dan kerja keras. Untuk itu mohon doanya juga dari para pembaca :D

Fajar's Personality

Click to view my Personality Profile page