Kamis, 16 Juli 2009

Farewell

Tak ada kata yang bisa dituliskan di postingan ini.
Semoga mendapatkan yang terbaik dari-Nya
Untuk sahabat terbaik Fasilkom 2007

Ida Bagus Gde Arditya Hardaya

Selalu menebar senyum di setiap saat,
Kreatifitas dan kontribusi di setiap acara Fasilkom,
Dan kekritisanmu yang selalu mengajak diri ini yang pas-pasan dalam hal kecerdasan, berdiskusi di tengah kelas Basis Data, tak akan mudah terlupakan.

Selamat Jalan!

Read More

Kamis, 09 Juli 2009

Tenggelam atau Menyelam?

sumber gambar: http://www.flickr.com/

Salim A. Fillah dalam bukunya "Jalan Cinta Para Pejuang" menganalogikan hidup ini seperti orang yang berada di lautan. Tulisan saya di postingan ini mencoba me-reka ulang analogi tersebut, tapi tidak persis seperti yang ada di buku beliau, sedikit dirubah, dikurangi, ditambahkan, dibumbui sesuai kebutuhan, silahkan disimak.

Seorang penyelam dengan peralatan selam lengkap yang juga berkualitas nomor 1, berada di bawah permukaan laut. Orang tersebut melihat seorang penyelam lain yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong ketika menyelam, padahal saat itu mereka berada pada kedalaman 10 meter di bawah permukaan laut. Lalu dalam pikirnya "Wah hebat sekali ada orang yang menyelam tanpa menggunakan peralatan lengkap seperti saya".
Sesaat kemudian, perhatian penyelam mau tak mau tertuju pada keindahan pesona fauna di lautan. Ikan-ikan dengan warna-warni yang indah berkeliaran ke sana ke mari. Ikan-ikan tersebut berenang layaknya lukisan hidup di atas kanvas biru. Setelah beberapa menit terpukau dengan pesona lautan di kedalaman 10 meter, sang penyelam pun kembali turun lebih dalam menuju ke kedalaman 20 meter.
Sang penyelam lagi-lagi terkejut, karena di kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut ia kembali bertemu dengan penyelam kaos oblong. "Subhanallah, ternyata orang itu sudah sampai di sini" serunya dalam hati. Lagi-lagi perhatian sang penyelam teralihkan ke suasana lautan yang semakin indah, ikan-ikan kecil bergerombol untuk berenang, membentuk formasi tanpa bertabrakan. Juga ubur-ubur yang berenang seperti balon ulang tahun yang ditempeli dengan tali kembang kempis terbang menjauhi sang Penyelam.
Perjalanan pun dilanjutkan, sang penyelam menyelam lebih dalam lagi, kali ini kedalaman 30 meter. Suasana lautan gelap dan mulai terlihat ikan-ikan yang menyala-nyala, juga ditemukan banyak tumbuhan lautan, coral, dan tanaman-tanaman lautan lainnya yang pesonanya tak kalah indah dengan ikan-ikan disekitarnya. Sang penyelam pun kaget, ternyata penyelam kaos oblong telah sampai ke kedalaman 30 meter juga!
Lalu ia pun menyatakan kekagumannya dengan memberikan kode jempol dua. Namun ternyata penyelam kaos oblong itu membalasnya dengan kode SOS. Ia tenggelam!

Hikmah luar biasa ternyata terkandung dalam kisah di atas. Salah satunya, "Sudahkah kita mempersiapkan peralatan terbaik dalam mengarungi dunia ini?". Keimanan, Akhlak yang Baik, Ibadah yang Benar, adalah salah tiga dari banyak hal yang harus kita persiapkan untuk menjadi peralatan atau bekal kita mengarungi dunia. Melanggar perintah agama jauh lebih mudah ketimbang menjalankannya, godaan dunia pun tak kunjung usai menerpa, harta, tahta, wanita.
Seperti KPK yang ribut sendiri sama ketua non-aktifnya yang juga melibatkan aparat kepolisian. Mereka seharusnya saling bahu membahu memberantas para penyelam kaos oblong. Para penyelam kaos oblong yang seringkali dikira orang penyelam profesional. Rumah mentereng, mobil seharga milyaran dan banyak hal lainnya yang mereka miliki saat ini membuat mereka seolah-olah menjadi para penyelam sukses.
Padahal para penyelam kaos oblong sedang tenggelam di dunia, terpesona oleh "ikan" harta dan "ubur-ubur" kekuasaan. Akibatnya mereka mencari cara apapun untuk mendapatkan semua hal itu, hal ini disebabkan sebelumnya mereka tidak mempersiapkan "perkakas" iman dengan kualitas jempolan untuk digunakan seraya menyelam. Meraka malah hanya bermodal kaos oblong dan celana pendek untuk mengarungi "lautan" dunia yang luas dan dalam ini.
Kita saat ini bukan tidak mungkin sedang tenggelam di dunia dan mengira diri kita seorang yang sedang menyelam dengan handal dan penuh persiapan. Tak ada salahnya kembali mempersiapkan diri sebelum kembali menyelam, selagi libur (untuk yang kuliah di UI) serta selagi "toko baju selam" Ramadhan akan kembali membekali kita menjadi insan yang lebih siap menghadapi pesona indahnya "lautan" dunia.
Tertarik membaca bukunya? silahkan hubungi toko buku terdekat atau teman terdekat yang rajin baca buku dan suka meminjamkan buku. Masih banyak nasihat atau tausiyah lain di buku bertajuk "Jalan Cinta Para Pejuang" ini yang menunggu untuk dibaca dan diambil hikmahnya. Semoga bermanfaat.

nb: Untuk mas Salim klo sempat membaca postingan ini, mohon ijin untuk me-reka ulang cerita di atas :D


Read More

Rabu, 10 Juni 2009

Iqra!

Iqra! Satu kata, penuh makna. Wahyu pertama yang turun kepada orang nomor 1 di dunia Rasulullah SAW, adalah satu kata yang seringkali kita remehkan begitu saja. Iqra yang dalam bahasa Indonesia berarti 'baca' ternyata saat ini menjadi rahasia kesuksesan negara - negara besar di dunia. Saya akan mencoba mengupas rahasia kata 'Iqra' bisa menjadi jurus sakti mandraguna dari sudut pandang saya.
"Iqra" yang memiliki arti sempit membaca dan arti luas menuntut ilmu, ternyata diamalkan atau dilaksanakan lebih banyak oleh orang yang tidak beragama Islam, padahal perintah Iqra sejatinya diperuntukan bagi umat muslim. Terbukti dari banyaknya riset yang ada di negara - negara maju. Bahkan yang menurut saya belum terlalu penting untuk menjadi suatu riset, salah satu contohnya adalah robot koki Okonomiyaki buatan Jepang, mobil bertenaga coklat di London. Bahkan hal - hal luar biasa yang biasanya cuman ada di serial animasi juga jadi riset, di Amerika, yakni pembangkit listrik di luar angkasa!
"Iqra" sendiri adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab, bahasa yang telah berumur kurang lebih 8000 tahun. Bahasa ini adalah salah satu cabang dari bahasa Semit. Bahasa Samit sendiri adalah bahasa yang "terbudidayakan" oleh keturunan nabi Nuh AS yaitu anaknya yang bernama SAM. Begitu banyak bahasa yang berasal dari rumpun bahasa semit, tapi yang bertahan hanya sedikit, antara lain, Aramia, Arab dan Ibrani. Mungkin jika bahasa Arab tidak menjadi bahasa yang digunakan di Al-Quran, bahasa Arab juga tidak lolos dari kepunahan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak umat Islam yang belum menguasai bahasa Arab, padahal pedoman lifestyle-nya Al-Quran, diantarkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW dengan bahasa Arab. Di sisi lain, fenomena yang unik terjadi di suatu negara adidaya. Di Amerika Serikat tercatat begitu banyak orang yang ingin belajar bahasa Arab, alasannya sederhana, bahasa Arab itu dikenal sulit dan orang Amerika tertantang untuk mempelajarinya.
Pada 1973 PBB meresmikan bahasa arab sebagai bahasa internasional, jadi salah klo kita mengira bahasa Arab itu bahasa gak keren. Kerjasama Indonesia dengan negara - negara Arab juga semakin membaik, terbukti dengan pembelian saham Indosat oleh Qatar. Besar kemungkinan bahasa Arab akan menjadi salah satu modal kita untuk "berjuang" di era globalisasi yang sudah semakin mendekat.
Saat ini di Indonesia sendiri terdapat 70.000 pondok pesantren yang semuanya mengajarkan bahasa Arab, semua UIN/STAIN se-Indonesia mengajarkan bahasa Arab. lebih dari 100 Universitas Muhammadiyah mengajarkan bahasa Arab. Sejumlah universitas dibawah DIKNAS (termasuk UI) juga membuka jurusan Bahasa Arab atau Satra Arab.

Bahkan umat muslim pun telah diseru oleh Sang Khalik,

Sesungguhnya Aku telah menurunkan Al - Quran berbahasa Arab semoga kamu dapat memahaminya. (QS. Yusuf: 2)

Dan Rasulullah SAW pun bersabda,

Cintailah bahasa Arab karena tiga hal: karena saya orang Arab, karena Al - Quran berbahasa Arab, dan karena penghuni surga berbahasa Arab. (HR. Thabrani)

Ibnu Taimiah mewajibkan belajar bahasa Arab karena ada kaidah yang berbunyi "Jika ada sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan hal yang hukumnya wajib, maka sesuatu itupun menjadi wajib". Seperti wudhu menjadi wajib jika umat muslim akan melaksanakan shalat, maka memahami bahasa Arab menjadi wajib jika kita ingin benar - benar berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah.
Ingin belajar bahasa Arab tapi gak punya modal besar untuk hal ini. Hubungi saya di fajar_today_89@yahoo.com dan kirimkan form pendaftaran yang sudah diisi yang bisa diunduh di sini. Baru berjalan satu pertemuan dengan tema "Introduction", sedikit materi intro-nya terlah saya tulis di artikel ini (beberapa hal di atas diambil dari materi pertemuan pertama). Klik posternya jika masih penasaran. Di tunggu Ba'da Maghrib jamaah pertama, setiap hari Rabu, di masjid Al-Muhajirin Depok, pertemuan selesai pada sekitar jam 20.45 WIB. Di bawah bimbingan Ust. DR. Basuni Imaddudin (dosen pasca sarjana Universitas Indonesia) mari kita belajar bahasa Arab bersama!

Read More

Senin, 08 Juni 2009

"Jendela" Baru

Alhamdulillah, Sang Maha Pengasih memberikan saya nikmat yang tiada henti, termasuk dengan jendela baru yang dibelikan oleh kedua orang tua saya, jadi merasa belum bisa berkontribusi banyak bagi diri saya sendiri, hari gini masih dibeliin ortu. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung pembelian benda ini, terutama kedua orang tua saya, tukang perkakas teknologi Informasi di Pocin, dan pihak - pihak terkait lainya. Semoga saya bisa lebih banyak berkontribusi positif dengan benda ini. Benda yang mengantarkan saya melihat dunia maya dan menuntut ilmu jauh lebih nyaman dan lebih clear.

Selamat tinggal monitor lamaku, karena memang sudah umurmu tidak mencukupi lagi, dimana ada pertemuan di situ ada perpisahan. (agak lebay nampaknya)

Selamat datang Samsung 943 snx!


Sumber gambar : http://www.villman.com/


Read More

Rabu, 03 Juni 2009

Peluang

sumber gambar: http://www.flickr.com/

Peluang, hal yang sering kali ada di sekitar kita, tetapi sering kali tak kita sadarai. Namun terkadang sebaliknya, peluang itu kita cari - cari, tetapi serasa sulit untuk menemukannya. Berikut petikan cerita tentang dua orang warga Indonesia, yang satu Indonesia tulen, yang satu lagi keturunan Cina. Sama sekali tak ada maksud untuk bersikap rasis, bahkan saya kagum dengan saudara - saudara setanah air saya yang berdarah keluarga cina, mungkin cerita berikut ini bisa membantu pembaca mengerti kekaguman saya.

Seorang warga Indonesia keturunan Cina (sebut saja Joni) sedang bersepeda di depan rumah seorang warga Indonesia pribumi (sebut saja Fulan). Fulan terlihat sedang memarkir mobil BMW Z4 miliknya, sementara Joni sedang memarkir sepeda ontel andalannya.
Joni pun melirik dan celingak celinguk melihat BMW milik Fulan seraya berkata "Ful, boleh tuh BMW, tuker sama sepedaku Ful, mau tak?",
"Orang gila kali mau nuker BMW sama sepeda" balas Fulan.
"Namanya juga usaha" komentar Joni.

Setiap kisah pasti memiliki hikmah di dalamnya, begitu juga dengan petikan cerita super pendek di atas. Hikmahnya pun tergantung dari orang yang menginterpretasikan kisah tersebut. Saya pun memiliki interpretasi tersendiri dari kisah di atas. Pada kisah di atas tercermin bahwa Joni selalu memanfaatkan peluang sekecil apapun, bahkan peluang yang kemungkinan suksesnya < 1. Semangat yang sungguh luar biasa.
Orang Indonesia pribumi masih banyak sekali yang pemalas (kemungkinan termasuk saya) maunya banyak tapi usahanya sedikit, padahal di satu sisi, saudara - saudara kita yang lainnya jauh lebih pekerja keras daripada mereka, seharusnya kita bisa meniru mereka dalam memanfaatkan setiap peluang yang positif dalam hidup untuk merubah nasib diri kita sendiri. Itulah alasan saya menggumi karakteristik Indonesia keturunan Cina, bekerja tanpa kenal menyerah, tidak hanya sekedar bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga diri mereka yang merubah sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)

Nasib itu bukanlah sesuatu yang statis, kita adalah pelukis dari kehidupan kita masing -masing, bukan orang lain. Dan tentu saja tak ada hal yang terlepas dari kehendak Allah SWT, kita berusaha dan berdoa, sisanya serahkan kepada Yang Maha Berkehendak. Setiap detik adalah peluang untuk merubah nasib kita. Dua hari lagi esok adalah masa lalu, maka kita harus berpikir se-visioner mungkin. Terakhir, selamat menunggu nilai kuliah semester untuk yang sudah UAS, semoga kita mendapatkan nilai yang terbaik, sesuai dengan usaha yang telah kita lakukan. Untuk yang SP semoga diberikan keterbukaan pikiran dalam menyerap kuliah dan untuk yang liburan (termasuk saya) semoga diberikan petunjuk dan kekuatan untuk meng-agendakan acara - acara yang manfaat ketika liburan.

Read More

Saya?!

Foto saya
Dipanggil Fajar. Sampai saat ini masih yakin terlahir untuk menjadi pemenang, walaupun saat ini saya masih amat jauh dari pribadi dan pengetahuan seorang pemenang. Saya harus terus belajar hingga benar - benar menjadi pemenang di dunia dan di akhirat bersama pemenang-pemenang lainnya. Alhamdulillah saat ini saya telah lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Cita - cita : Menjadi seorang pemilik perusahaan IT Indonesia yang disegani di seluruh dunia, dan menjadi orang super kaya sehingga mampu membantu sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia! Hal ini tak akan bisa terwujud tanpa doa, dukungan dan kerja keras. Untuk itu mohon doanya juga dari para pembaca :D

Fajar's Personality

Click to view my Personality Profile page